freemagz

Subscribe
  • Skip to content
  • About
  • Contact
  • Twitter
  • Facebook
  • Home
  • Event
    • Calendar
  • Spot
  • Review
  • Outloud
  • Face2Face
  • Contributor
    • Media Partner
    • Jujuk Margono
    • Prita
    • Iwan Sastro
    • Imam Darto
    • AIESEC
  • Digital Magazine
    • 2012
    • 2011
    • 2010
    • 2009
    • 2008
  • FM / Radio
http://invaconsult.com.ua/ http://invaconsult.com.ua/
Subscribe to this RSS feed
FREEMAGZ.com Online Magazine :: Iwan Sastro

Suka Dan Duka

Written by Iwan Sastro, 08 May 2012
Suka Dan Duka

Setiap orang, walaupun sudah punya pasangan sekalipun, pasti menginginkan waktu untuk diri sendiri. Banyak hal yang bisa dilakukan, salah satunya adalah baca buku, main games di iPad, masak menu andalan atau bahkan sekedar hanya rebahan di ranjang, just doin’ nothing. Tapi kalau buat saya, hal yang saya lakukan adalah menonton DVD film favorit. Setiap ada waktu buat diri sendiri, saya selalu putar film yang sama berulang-ulang, salah satunya adalah TV serial ‘Friends’ yang sudah dirilis dalam bentuk original DVD. Sebuah sitcom ciptaan David Crane dan Marta Kauffman, pertama kali mengudara di NBC tahun 1994, dan berakhir tahun 2004.


Saya suka serial friends, karena beberapa scene dalam film tersebut memang terjadi di kehidupan kita sehari-hari, dan setiap manusia di dunia ini, pasti memiliki teman atau sahabat, hhhmmm… Teman atau sahabat? Kita sering berkata ke orang sekeliling, bahwa dia adalah sahabat saya, dia adalah teman saya. Pernah terlintas ngga sih? Bedanya sahabat sama teman? Apakah memiliki arti yang sama atau tidak? Secara sekarang jaman sudah canggih, maka saya lempar pertanyaan melalui akun twitter saya, @IwanSastro: Beda sahabat sama teman apa? #surveikecil2an


@Stefancosmas1 Kalo sahabat ngga akan jadi pacar, kalo teman bisa pacaran dan mesra-mesraan


@LOCOBOY Sahabat, suka duka selalu bersama, kalau teman hanya senang aja


@TheRobinGan Teman itu orang2 yang cuma di sekitar kita. Sahabat adalah orang2 yang selalu ada di hati kita.


@ranifadjar Sahabat tempat curhat. Teman sekedar ada untuk senang-senang. Sahabat ada saat susah. Teman belum tentu bisa.


Sejalan dengan waktu, karena pergaulan kota Jakarta, kita sering bertemu banyak orang. No wonder, beberapa dari mereka akhirnya ada yang nyambung dan akrab, sehingga ramai-ramai (kayak rombongan circus, hehehe…) sering lunch bareng, hang-out bareng, ke luar kota bareng, bahkan sampai ke luar negeri bareng. Sometimes, ketika begitu sangat akrab, kita masih suka bingung untuk membedakan, apakah dia sahabat atau hanya sekedar teman saja, pertanyaan menjadi lebih kacau ketika kepentok pada sebuah masalah, alias berantem. Berikut ini, ada beberapa kejadian, silahkan tebak sendiri, apakah orang (*namadisamarkan*) yang ada dalam peristiwa tersebut, bisa dibilang teman atau sahabat?


Scene 1

Si Amir tinggal sendiri, sebatang kara di Jakarta, tiba-tiba dia sakit flu parah, sendirian berbaring di ranjang apartment-nya. Mendengar kabar tersebut, si Budi langsung datang menjenguk, menemani si Amir seharian, bikinin teh jahe hangat, nyuapin bubur, menjelang malam ketika si Amir tidur, si Budi baru pulang.


Scene 2

Si Ade, ngajak janjian lunch sama si Woro, mereka sepakat makan di resto samping lobby kantor si Woro. Karena bersemangat si Woro datang lebih awal, secara restonya cuma selangkah. 20 menit berlalu, orang yang ditunggu ngga muncul, spontan si Woro langsung menelpon si Ade. Si Ade bilang, baru aja gue mau kabari ‘loe, gue ngga bisa datang, mendadak mantan gue ngajakin ketemu siang ini. Si Woro ngga banyak ngomong, langsung menutup telpon!!


Scene 3

Si Didi tinggal di Sudirman Park, janjian ketemu Si Ryan di Plasa Indonesia, ketemu nanti jam 11 malam, rencananya mereka mau party. Secara si Ryan stay di jalan Pejompongan, kalau ke Plasa Indonesia lewat jalan Sudirman, harusnya bisa jemput si Didi, karena ngelewatin ‘bukan? Lumayan bisa share uang taxi, tapi si Ryan ngga mau, "kita ketemu disana saja..." Katanya.


Scene 4

Si QQ diomongin satu Jakarta, dibilang katanya orangnya nyebelin, ngga tau diri, suka minjem duit sana-sini, tapi tidak pernah dibalikin, pernah dibalikin, itupun karena ditagih, bukan karena kesadaran sendiri. Tiba-tiba si QQ mendengar berita buruk tersebut, dia pastikan berita ini ke si GG, dengan santai si GG menceritakan semuanya, dengan harapan si QQ berubah menjadi orang yang lebih baik.


Di TV serial Sex and the City, Season six (part two) Episode 7 “An American girl in Paris (part une). Ada satu scene, Before going to paris, Ms. Bradshaw has one last dinner with Samantha, Charlotte and Miranda. Sebelum mereka bepisah, Ms. Bradshaw said “Today I had a thought: what if I had never met you?” Spontan ke empat orang tersebut meneteskan air mata. Saya jadi berpikir, mungkin itu merupakan salah satu gambaran tentang sebuah arti sahabat yang sesungguhnya. Walaupun itu hanya terjadi di film, tapi saya percaya, diluar sana, masih banyak orang-orang yang selalu berbagi suka dan duka bersama sahabat tersayang. Saya yakin itu…

 

  • freemagz
  • 2012
  • dan
  • iwan
  • sastro
  • suka
  • duka
Read more...

Cerita Dongeng

Written by Iwan Sastro, 10 April 2012
Cerita Dongeng

Buat beberapa orang di Jakarta, termasuk saya, pasti pernah ngalamin hidup tanpa pacar, alias jomblo. Dua tahun sudah saya jalani hidup sendiri, tanpa ada special person yang menemani. Ada sih beberapa kandidat yang mencoba untuk berlabuh di hati, tapi hasilnya nihil belaka, belum sukses! Ntah kenapa? Saya juga tidak tahu! Padahal sudah dicoba dengan dating yang berulang, plus disusul dengan coffee, lunch, movie, dinner, etc.

 

“Kok bisa sih hidup sendiri? Nggak kesepian? Lo kurang apa sih? Masa sih ngga ada satupun yang cocok selama ini? Terlalu milih-milih kali ya?” Kata seorang teman pria yang baru saja tunangan.

 

Saya mencoba untuk mencerna pertanyaan-pertanyaan tersebut. Coba deh jawab? Siapa sih orang yang mau hidup sendirian? Saya rasa orang buta juga tidak mau! Karena hal pertama yang dirasakan kalau jomblo adalah kesepian, titik! Setiap hari seorang jomblo harus putar otak untuk gimana caranya sibuk! Buat yang sudah kerja, berangkat kantor paling pagi, pulang paling terakhir, karena ngapain pulang buru-buru? Ngga ada juga yang nungguin, paling orang rumah, males aseli! Sedihnya pas hari Jum’at, karena harusnya dan idealnya, pas bubar kantor, tenggo jam setengah enam, sudah siap-siap merencanakan, mau pacaran dimana kita Friday night ini? Pahit rasanya menjadi jomblo, siapa yang mau diajak pergi? Pacar orang? Jangan gila dong! Belum lagi pas weekend, apalagi long weekend, berusaha mengumpulkan teman satu kecamatan hanya untuk membunuh rasa sepi! Bersibuk diri untuk nongkrong di Mall paling hits, ngantri tiket paling depan untuk nonton film paling baru, ngga pernah absen liat konser musisi dunia, ajojing sampe bego di club paling gaul, menjadi peserta yang tidak pernah telat di kelas yoga dan tidak ada kata ‘NO’ untuk ajakan liburan, secara selalu ready ‘bukan? Memang sih, semua itu terlihat sangat menyenangkan, apalagi perginya bersama teman-teman tersayang. Tapi, (tetep) dalam hati berkata, walaupun tidak diucapkan “Kok gue ngga ada pacar yah? Berasa sepi dan kayak ada yang kurang gimana gitu…” Tanpa disadari (kadang) air mata menetes.

 

Pertanyaan selanjutnya adalah apa kurangnya diri saya? Kok sepertinya tidak ada yang mau sama saya? Dari sekian banyak manusia, masa sih ngga ada satupun orang yang cocok? Apakah saya terlalu pemilih? I don’t think so!

 

Scene pertama, dijodohin temen. Kalau tidak ada ketertarikan fisik, jangan buang waktu, tapi bila ada, hal berikutnya adalah perbanyak ngobrol, cari tahu semua tentang apa yang dia suka, karena dari obrolan, kita bisa tahu seperti apa orang tersebut, dan juga bisa terlihat, apakah kita nyambung atau tulalit. Tapi yang sering saya alami, kebanyakan tulalit, ngga lucu rasanya kalau saya berusaha untuk nyambung-nyambungin, usaha yang sia-sia ngga sih?

 

Scene kedua, secara diam-diam log-in di situs jejaring sosial, mencoba usaha untuk (siapa tahu) dapat ‘kenalan’ baru. Hal seperti ini sering sekali terjadi sekarang, apakah lagi trend or desperate? Berkenalan dengan strangers, tukeran pin blackberry or whatsApp, dilanjutkan dengan chatting ampe bego, disusul dengan tukeran nomer hape, ngobrol berjam-jam ngabisin pulsa, walaupun belum tatap muka. Pas tiba saatnya berjumpa dan ngobrol, hhhmmm… Ngga sesuai harapan, bye bye…

 

Scene ketiga, seorang teman yang sudah lama tidak berjumpa, akhirnya ketemuan lagi, hang-out bareng lagi, obrolan sama, hobby sama, akhirnya klop, sama-sama cocok, semua perfect, ujung-ujungnya ngajakin pacaran. Only one thing yang menjadi masalah, yaitu masalah finance! Bisa jebol tabungan kalau setiap pergi jalan sini mulu yang bayar! Kalau gue tajir melintir mungkin ngga masalah.

 

Seorang teman wanita berkata “If you don’t have a guy who cares about you, it all means nothing!”

 

“It felt really sad, no special woman to wish me happy birthday!” Kata teman pria lain menambahkan.

 

Kalimat diatas benar banget, sangat benar sekali, nilainya seratus, tapi kalau ‘orang’ yang dimaksud ngga ada, ngga muncul-muncul, gimana dong? Kita ngga akan asal jadian ‘kan? Semua manusia dibelahan bumi manapun, bahkan di cerita dongeng sekalipun, pasti ingin mendapatkan belahan jiwa. Buat saya, untuk mendapatkan belahan jiwa, sepertinya feelin’ harus bekerja, sehingga bisa menimbulkan sebuah ‘rasa’ yang tidak bisa diungkapkan, tapi hanya bisa dirasakan. Dan, semoga saja (buat yang belum), cepat atau lambat, akan segera menemukannya.

 

“Susah banget sih sekarang kalau diajak jalan lagi, mentang-mentang udah jadian, bikin sirik deh, jangan lupain kita dong…” Kata teman kesal.

 

“Kenapa sih? Ngga boleh liat teman bahagia deh…” Kata saya.

 

 

 

  • freemagz
  • iwan sastro
Read more...

Tanduk Kerbau

Written by Iwan Sastro, 13 March 2012
Tanduk Kerbau

Hal pertama apakah yang dilakukan ketika bangun tidur? Kalau jaman dulu ada lagunya, ‘Bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi…” Kalau jaman sekarang, sepertinya syair lagu tersebut sudah tidak berlaku lagi. Buat beberapa orang, termasuk saya, hal pertama yang dilakukan ketika bangun tidur adalah nge-check Handphone, BlackBerry, iPhone dan sejenisnya. Spontan, ketika mata melek, tangan kanan atau kiri, langsung meraba sisi tempat tidur, mencari-cari blackberry, walau nyawa sebenarnya belum terkumpul seratus persen. Seperti layaknya sedang menunggu transferan uang beratus-ratus juta, tak henti-hentinya melototin blackberry, padahal cuci muka juga belum. Sekedar mau tahu siapa yang nge-BBM kita? Plus siapa yang nge-RT postingan kita tadi malam di twitter, dan tentunya, ada berita hot apa pagi ini?


Kalau mau berita paling hot dan fresh, tidak perlu baca koran atau majalah or buka situs apalah, ribet! Cukup log-in twitter melalui blackberry or iPhone atau smartphone lainnya, praktis, tinggal baca timeline dalam satu genggaman. Segala macam informasi terkini, semua ada di twitter, buat yang suka berita mancanegara, salah satunya adalah silahkan follow @CNN @BBCWorld @Newsweek @NewYorker @TheAcademy @goldenglobes @redcarpet tapi buat yang ingin tahu lokal info, silahkan follow @SindoNews @kompascom @korantempo @jakpost. Dari semua akun twitter, yang paling saya suka adalah @detikcom merupakan akun resmi situs berita yang saat ini followers-nya mencapai 2.285.444, tidak ada alasan tersendiri, saya suka saja. Pagi ini, adalah beberapa timeline @detikcom yang membuat saya tetap bertahan di atas ranjang, yaitu:


Seorang musisi dunia, Madonna, dia akhirnya merilis wewangian pertamanya, ‘Truth or Dare’ yang hadir pada tanggal 1 April, sementara iklan tersebut juga sudah terbit. Madonna, 53 tahun, terlihat seksi dalam iklan tersebut. Tanpa mengenakan busana alias topless, Madonna menunjukkan tubuh dan wajahnya yang masih terlihat muda dalam warna retro dan glamor. Sementara aroma parfum tersebut tercipta dari vanilla, amber, musk dan campuran dari tanam-tanaman lainnya, seperti dilansir WWD. Apakah ini cara dia mempromosikan album terbarunya, M.D.N.A yang rilis 26 maret, atau mau menaikkan penjualan parfum? Kenapa harus dalam waktu yang berdekatan ya?  Aji mumpung ‘ngga sih? Kenapa tidak sekalian saja, beli parfum dapet CD hehehehe..


Selain itu, juga ada berita tentang Scarlett Johansson yang kabarnya memutus semua komunikasi dengan mantan suaminya, Ryan Reynolds. Scarlett diduga marah pada Ryan karena kini Ryan tinggal serumah dengan kekasih barunya, pemain serial Gossip Girl, Blake Lively. Walaupun saat ini Scarlett sedang dekat pria lain bernama Nate Taylor, tapi Scarlett masih berharap bisa kembali lagi dengan Ryan, kata sumber dilansir dari US Weekly. Agak aneh ngga sih? Ngapain juga memutus tali komunikasi dan marah-marah ke mantan, cuma gara-gara mantan tinggal serumah dengan kekasih baru? Ngga ada urusan ‘bukan? Dan kalau memang masih berharap balik sama mantan, harusnya di kejar sampai bego dong, bukannya malah yang bersangkutan justru sibuk pacaran dengan orang lain? Sungguh ajaib pola pikirnya…


Berita hangat lainnya, adalah penyanyi Bobby Brown kini bukan hanya ditinggal mantan istrinya saja, Whitney Houston. Sang anak, Bobbi Kristina, 19 tahun, juga berniat akan meninggalkan sang ayah, karena Bobbi Kristina merasa ayahnya adalah penyebab semua masalah ini. Bobbi Kristina sangat membencinya dan tak mau lagi dihubung-hubungkan dengan sang ayah. Begitu bencinya pada ayahnya, Bobbi Kristina sampai ingin mengganti namanya menjadi Kristina Houston, menurut sumber TMZ. Hhhmmm… Haknya dia sih, kalau mau mengganti namanya menjadi Kristina Houston. Tapi, kalau sampai harus membenci sang ayah begitu dalam, it’s a big no no, bagaimanapun juga, Bobby Brown tetap ayahnya ‘bukan? Buat saya, tidak ada alasan apapun yang kuat untuk saya membenci seseorang, apalagi sedarah, titik!


Tidak ketinggalan, ada juga berita mengenai penyanyi asal Inggris, siapa lagi kalau bukan si Adele, bersama sang pacar Simon Konecki akhirnya membeli rumah seharga Rp 46 miliar di pinggir kota Brighton, Inggris. Dengan tinggal bersama sang pacar Adele dikabarkan siap melangkah ke arah hubungan yang lebih serius. “Simon bilang cinta ke Adele hampir sepuluh kali dalam sehari,” menurut sumber ShowbizSpy. Penasaran deh? Beli rumah seharga Rp 46 miliar itu, pakai uang siapa ya? Pakai uang berdua atau pakai uang Adele semua ya? Secara Adele sekarang kaya raya. Lagi pula, siapapun dia, pasti mendambakan hubungan yang serius, apalagi hidup di atas rumah seharga Rp 46 miliar, saya juga mau. Bilang cinta sepuluh kali dalam sehari? Terdengar gombal ‘ngga sih? Kenapa tidak sedikit bicara, tapi banyak kerja? Terlihat lebih baik ‘bukan? Buat saya, perhatian lebih penting dibandingkan ucapan, buat apa bilang cinta, kalau mengucapkan selamat pagi saja tidak pernah! Masih banyak hal penting lainnya yang bisa kita lakukan ke pasangan, selain hanya bilang cinta saja. Sebagai contoh menghabiskan waktu berdua untuk marathon nonton DVD atau masak mie instan bareng? Sesekali boleh bilang cinta, tapi kalau kebanyakan, aseli ngga penting!!!


Sama ngga pentingnya, ketika ada berita yang mengatakan bahwa Tom Ford merilis kacamata seharga Rp 27 juta, terbuat dari tanduk kerbau…


Sambil menuju kamar mandi, dalam hati saya berkata, “Plis deh, lebay gilaaaaaa…!!!”

Read more...

Andy Lau

Written by Iwan Sastro, 21 February 2012
Andy Lau

 

Buat para pecinta musik dan juga para fans, mungkin merasa kaget, ketika mendengar berita tentang kematian sang diva dunia, Whitney Houston. Bernama asli Whitney Elizabeth Houston, lahir di New Jersey 9 Agustus 1963, dan pada tanggal 11 February 2012, dia ditemukan tewas dalam posisi tenggelam di bak mandi, di sebuah kamar mewah di The Beverly Hills Hotel. Menurut banyak sumber, mengatakan bahwa sulit untuk mendapatkan jawaban yang jelas, soal penyebab teknis kematiannya. Kepolisian setempat menutup rapat kesimpulan apapun dari hasil otopsi yang dilakukan atas jasad penyanyi berusia 48 tahun. Whitney Houston dimakamkan pada hari Minggu 19 February 2012 di Fairview Cemetery, New Jersey, bersebelahan dengan makam sang Ayah, John Russell Houston, yang telah lebih dulu wafat pada tahun 2003.


Whitney Houston berada di Beverly Hills dalam rangka pesta pra Grammy yang diselenggarakan oleh rekannya, Clive Davis. Atas kejadian duka tersebut, maka tema utama event akbar Grammy Award tahun ini adalah ‘Tribute to Whitney Houston.’ Penyanyi jebolan American idol, Jennifer Hudson tampil membawakan lagu Whitney Houston yang berjudul I will always love you. Lagu tersebut dibawakan dengan baik, dengan penghayatan maksimal. Seluruh penonton yang hadir tidak kuasa menahan rasa sedih yang mendalam, bahkan dari mereka ada yang tidak ragu untuk meneteskan air mata.


Apapun penyebab kematian sang diva, seburuk apapun tuduhan atas kematiannya, saya percaya, kalau diantara kita, termasuk saya, menyukai beberapa lagu-lagunya. Buat yang pernah jadi ABG era 90an, pasti mengenal dengan baik lagu I will always love you, merupakan lagu sejuta umat, semua orang pasti menyanyikan lagu itu, karena memang semua radio anak muda pada saat itu memutarkan lagu tersebut berulang-ulang, semacam lagu cuci otak. Lagu I will always love you, diambil dari sebuah album soundtrack film berjudul The Bodyguard, diperankan oleh Whitney Houston bersama Kevin Costner, ini merupakan film pertama Whitney Houston yang dirilis tahun 1992. Bercerita tentang seorang superstar bernama Rachel marron, yang jatuh cinta pada sang bodyguard. USA Today listed it as one of the 25 most memorable movie moments of the last 25 years in 2007.


Lagu I will always love you, sebenarnya merupakan cover dari lagunya tante Dolly Parton, sebuah country song dengan nada yang datar, sepintas terdengar seperti lagu pop pada umumnya, tapi lewat tangan sang produser, Clive Davis, lagu I will always love you hadir dengan versi yang berbeda, sebuah lagu pop R/B yang kental, dengan notasi nada yang lebih tinggi dan berpower, berubah 180 derajat. No wonder, lagu tersebut bertahan selama 14 minggu menjadi number one on Billboard hot 100 singles chart, dan juga di tangga lagu di seluruh dunia. Berkat lagu tersebut, album soundtrack The Bodyguard mendapatkan predikat 17X platinum, it has sold over 44 million copies worldwide, becoming the best-selling soundtrack album of all time.


Apa yang membuat lagu I will always love menjadi begitu sangat membahana?


Bittersweet memories,

That is all I’m taking with me.

So, goodbye. Please don’t cry.

We both know I’m not what you,

You need, And I will always love you…


My God, coba perhatikan lirik lagunya, amat sangat depresi. Kenapa ya? Lagu yang liriknya semakin sedih dan garuk-garuk aspal, justru lagu yang disuka banyak orang. Apakah semua orang di dunia ini banyak yang menderita karena sakit hati? Sehingga ketika ada lagu yang sesuai dengan jeritan hati, lagu tersebut diakui sebagai ‘lagu gue.’ Kalau jaman sekarang sebutannya adalah ‘lagu galau,’ dan pencetus dari semua kegalauan ini adalah Adele, seorang penyanyi asal England yang baru saja menyabet 6 Grammy tahun ini, secara tiba-tiba, tahun lalu dia merilis single berjudul Someone like you, spontan semua orang menjadi Andy Lau, antara dilemma dan galau, sedap ngga ‘tuh? Hehehehehe…


Nevermind, I’ll find someone like you.

I wish nothing but the best for you too.

Don’t forget me, I beg, I remembered you said,

“Sometimes it lasts in love but sometimes it hurts instead”


Persamaan antara lagu I will always love you dan Someone like you, adalah sama-sama lagu putus cinta yang tragis, bagaikan menelan pil pahit tanpa air. Sebenarnya kalau diperhatikan, syair kedua lagu tersebut sangat simple, hanya sebuah ungkapan hati terdalam, menggunakan kalimat sehari-hari, seperti layaknya seseorang yang sedang curhat dengan sahabat, tapi disampaikan dengan penghayatan diatas 100 persen, titik! Kalau sudah menonton DVD Adele live at The Royal Albert Hall, terlihat lewat lagu Someone like you, Adele mampu membuat satu stadion meneteskan air mata, bravo, luar biasa!


Seorang teman berkomentar sambil menghapus air mata, selepas menyaksikan DVD konser Adele “Kalau memang bener lagu itu berdasarkan pengalaman hidupnya dia, kasian banget ya nasib mba Adele itu…”

 

 

  • freemagz
  • iwan sastro
  • 2012
  • Andy Lau
  • antara
  • dilemma
  • dan
  • galau
  • iwan
  • sastro
Read more...

Di luar dugaan

Written by Iwan Sastro, 30 January 2012
Di luar dugaan


Minggu lalu saya nonton film The Iron Lady, bercerita tentang potret seorang wanita luar biasa dan kompleks, bernama Margaret Thatcher, dia melalui semua hambatan atas perbedaan gender dan terjun di dunia yang didominasi oleh laki-laki. Sepanjang film menceritakan tentang seputar kekuatan dan harga yang harus dia bayar atas kekuasaan tersebut. Film ini sungguh menarik karena alur ceritanya dibuat maju mundur, diawal film menceritakan masa sekarang, sementara ditengah film bercerita tentang masa lalu, begitu seterusnya, sehingga buat saya sebagai penonton menjadi tidak bosan, walaupun berisikan dialog-dialog berat tentang politik. Sebuah film drama berdurasi 105 menit, diperankan dengan baik oleh Meryl Streep, dia mampu menyulap dirinya menjadi Margaret Thatcher, mulai dari cara berjalan, cara berbicara, cara menatap, cara menutup bibir, seperti melihat real Margaret Thatcher disepanjang film, sempurna. No wonder, dia berjaya di ajang Golden Globe pada 15 Januari kemaren. Dia mampu menyabet gelar Best Actress atas peran tersebut, mengalahkan saingan beratnya, Viola Davis in The Help.

 

Viola Davis is an American actress. Kalau masih ingat, pada tahun 2008 Viola Davis sempat mendapatkan nominasi Best Supporting Actress lewat film Doubt. Tahun ini, dia bermain cemerlang di The Help, sebuah film tentang seorang pembantu kulit hitam tahun 60an. Kehebatan dari Viola Davis adalah dia mampu melakukan long-shoot dengan satu kamera. Sebagai contoh di The Help, ketika scene dia menceritakan anaknya yang tewas, selama dua menit dia berhasil mengunyah script dengan tenang, berbaur dengan emosi yang maksimal, plus ekspresi wajah yang sempurna. Mulai dari air muka yang datar, sampai air mata berlinang, kamera tidak berpindah sedetikpun, still focus on her, Juara!!! Majalah People mengatakan “Viola Davis is awards-worthy…”

 

This year, tepatnya tanggal 26 Februari, akan digelar kembali Academy Awards ke 84 di Kodak Theatre Hollywood, atau biasa disebut the Oscar. Yang menarik dari Oscar tahun ini, adalah kategori untuk Best Picture, kali ini berisikan 9 nominasi judul film unggulan. Dalam sejarah Oscar, sejak pertama digelar, tahun 1927 sampai sekarang, belum pernah terjadi kalau kategori Best Picture berisikan 9 film nominasi. Bila dilihat kebelakang, disepanjang tahun 30an, awal 40an, 2010 dan 2011, nominasi untuk Best Picture, sempat berjumlah 8, 10 atau bahkan 12 judul film, tapi kalau 9, ini adalah kali pertama. Idealnya, sejak tahun 1944 sampai 2009, nominasi untuk Best Picture hanya (selalu) berisikan 5 judul film saja.

 

Dari 9 nominasi Best Picture, 7 judul film sudah saya tonton, The Artist, The Descendants, The Help, Midnight in Paris, Moneyball, The Tree of life dan War Horse. Hampir semua nominasi Best Picture tahun ini, memiliki tingkat original cerita yang berkualitas, karena menghadirkan tema yang fresh, unik dan menarik. Sebagai contoh film The Artist dan Midnight in Paris. Woody Allen dengan cerdas menggambarkan kota Paris dengan imajinasi yang tinggi, tanpa harus berkesan maksa dan norak, ditambah original screenplay yang jenius, menjadikan Midnight in Paris merupakan film yang sangat bermutu. The Artist, siapa yang akan kepikiran akan membuat film seperti itu? Berlatar kehidupan aktor film bisu di Hollywood tahun 1927, film ini sengaja dibuat black and white, karena memang untuk menunjang tema cerita film tersebut, The Artist is brilliant. Film lain, yang tidak kalah bagus adalah The Descendants, sebuah film drama keluarga menguras air mata. Menghadirkan tema yang berbeda, dikala film-film action super-hero bertaburan, film ini hadir di waktu yang pas. Buat saya film ini bagaikan penyejuk jiwa, ceritanya sangat menyentuh, seorang suami yang kehilangan istrinya. Kalau boleh memilih, dari 9 nominasi di ajang Oscar, Best Picture is The Descendants.

 

Hal lain yang juga membuat film The Descendants menjadi special adalah kehebatan akting George Clooney, dia mampu membawa penonton hanyut dalam kesedihan, Clooney gives the performance of his career. Apakah dia mampu menyandang predikat Best Actor di Oscar tahun ini? Sembilan puluh Sembilan koma Sembilan persen dia pasti bisa membawa pulang piala tersebut, mengingat para pesaingnya yang tidak terlalu berbahaya, mungkin hanya sedikit waspada dengan Jean Dujardin in The Artist, tapi sangat jarang French actor bisa menang di Oscar. Berbeda dengan kategori Best Actress, sepertinya para juri harus berulang-ulang untuk menilai, siapa yang layak menang di kategori ini? Ada dua kandidat kuat, Viola Davis in The Help dan Meryl Streep in The Iron Lady. Kedua perempuan tersebut memiliki kemampuan akting yang luar biasa bagus. Biasanya, bila ada dua kandidat yang sangat kuat, maka keduanya (justru) tidak akan ada yang menang. Hal tersebut pernah terjadi di ajang Oscar tahun 1950, pada saat itu semua kritikus menjagokan dua nama, Bette Davis in All About Eve dan Gloria Swanson in Sunset Boulevard, satu diantara mereka pasti akan membawa pulang piala, tapi kenyataannya, yang menang adalah Judy Holliday in Born Yesterday, benar-benar diluar dugaan. Bila hal tersebut terjadi lagi di Oscar tahun ini, kemungkinan yang akan menang untuk Best Actress adalah Michelle Williams in My week with Marilyn.

 

“Kalau misalnya loe menjadi juri Oscar, berandai-andai… Kira-kira, siapa yang akan loe menangin untuk Best Actress tahun ini?” Kata teman.

 

“Gue suka banget ama aktingnya Viola Davis, sangat natural, tapi gue juga punya pertimbangan tersendiri ama Meryl Streep, sejak film pertama dia, berjudul Julia di tahun 1977 sampai sekarang, dia udah mendapatkan nominasi Oscar sebanyak 17 kali, hanya nominasi! Terakhir menjadi Best Actress tahun 1982 di film Sophie's Choice, udah lama banget ‘kan? Dia ngga pernah menang lagi di Oscar!!! So, Pilihan gue adalah, Hhhhmmm… Meryl Streep aja deh…” Kata saya sambil menghela nafas.

 

 

 

  • iwan sastro
  • Marilyn Monroe
  • Viola Davis
  • Bette Davis
  • Meryl Streep
Read more...
  • «
  •  Start 
  •  Prev 
  •  1 
  •  2 
  •  3 
  •  4 
  •  5 
  •  6 
  •  7 
  •  Next 
  •  End 
  • »
  • About
  • Contact
  • Twitter
  • Facebook
Entertainment and Lifestyle Guide. Natamedia Copyright 2010 - 2012. Powered by : Q9 Cybergate