Delapan tahun yang lalu, tepatnya tahun 2003, sebuah film karya Nia Dinata berhasil di rilis, berjudul "Arisan!". Menceritakan tentang kehidupan ‘palsu’ kaum socialite Jakarta. Film tersebut sukses di pasaran, dan berhasil meraih piala Citra di Festival Film Indonesia 2004 untuk Film, Editing, Pemeran Utama Pria (Tora Sudiro), Pemeran Pembantu Pria (Surya Saputra) dan Pemeran Pembantu Wanita (Rachel Maryam), serta terpuji untuk Film, Sutradara dan Skenario di Festival Film Bandung 2004 dan di MTV Indonesia Movie Award 2004. "Arisan!" Sebuah film tentang gambaran yang benar-benar jujur mengenai sesuatu yang sering dianggap tabu. Hal positif lain adalah, film tersebut berhasil diulas dengan baik oleh beberapa media cetak luar negeri, seperti L.A Times, Miami Herald dan The Strait Times Asia.
“Jangan lupa, nanti nonton bareng cast and crew ya, hari Kamis di PS, nanti aku kirim undangan…” Kata sang sutradara melalui akun twitter-nya @tehniadinata
Tepatnya, 1 Desember 2011, film "Arisan 2" diputar serentak perdana untuk umum. "Arisan 2" menceritakan persahabatan antara Sakti (Tora Sudiro), Meimei (Cut Mini) dan Andien (Aida Nurmala), serta kehidupan Lita (Rachel Maryam), Nino (Surya Saputra) dan ‘teman’ barunya Octa (Rio Dewanto), plus kemunculan Joy (Sarah Sechan) dan Ara (Atiqah Hasiholan), semua karakter tersebut dibungkus dalam sebuah cerita yang penuh kejutan dan segar. Kejutan tersebut adalah Meimei yang sekarang terserang penyakit kanker, Andien telah menjanda karena bang Bob (sang suami) telah wafat, Sakti dan Nino telah putus hubungan, serta Lita yang telah berani membesarkan seorang anak tanpa suami. Setiap tokoh di film ini memiliki karakter yang kuat serta keunikan tersendiri, sehingga setiap kemunculannya selalu memberikan sesuatu yang beda.
Sebagai contoh, selain penampilan Lita (Rachel Maryam) yang super kocak, adalah karakter Andien (Aida Nurmala), seorang janda yang masih ingin ‘tampil’ dikalangan ibu-ibu socialite, mencoba untuk selalu ‘perfect’ di setiap kehadirannya, no wonder Andien terlihat menjadi lebay! Tapi justru hal tersebut membuat lucu suasana, setiap aksinya membuat penonton tertawa, hahahaha... Selain itu, yang juga tampil menghibur dan maksimal adalah Octa, tokoh yang ‘beda’ dengan lainnya. Seorang Rio Dewanto mampu memerankan karakter Octa dengan baik dan sempurna, luar biasa. Hal lain yang tidak kalah luar biasa adalah gambar yang tercipta, adalah scene yang menggambarkan Meimei ‘kabur’ ke Lombok dan Candi Borobudur. Pemandangan alam dan pantai digambarkan secara sempurna oleh sang sutradara, sangat indah dan damai. Sejenak saya jadi berpikir, betapa bagus alam bumi Indonesia kita.
Speaking about bagus, ternyata ada hal lain yang juga mencuri perhatian saya, yaitu musik dan lagu yang diputar mengiringi film "Arisan 2" tersebut. Original Motion Picture Soundtrack-nya berisikan 17 track dan album ini diproduseri oleh Aghi Narottama. Musik yang ditampilkan bermacam-macam, ada jazz, latin, lounge dan reggae, dan semua itu dihadirkan beragam, mulai dari beat yang gloomy sampai fun, semua ada. Benang merah dari album ini, mengingatkan kita pada jaman keemasan komposer asal Amerika, Henry Mancini pada awal tahun 60-an. Secara keseluruhan, CD ini layak dimiliki, hampir semua track memiliki keunikan. Coba dengar track 3, judulnya "Borobudur", track ini dipakai ketika Meimei berada di candi Borobudur, sound yang terdengar sangat tenang dan damai, suara musik yang sangat minimalis tapi menusuk kalbu, sepintas seperti musik untuk meditasi, tapi kali ini diberikan sebuah lirik yang berbunyi ‘Om mani padme hum’ dan menurut sang sutradara, artinya adalah salutation to the powerful benevolent of love and compassion. Selanjutnya adalah track 5, judulnya adalah "Underwater Zen", performed and music by Bemby Gusty, Lyric by Ade Paloh. Lagu "Underwater Zen" dibuka oleh sebuah intro guitar yang sangat catchy, berbaur dengan down tempo voice yang membuat lagu ini sangat unik, enak untuk dinikmati sambil bengong atau berhayal, hehehe… Plus lirik lagu yang indah, ‘Let the flow finds the truth, the truth it seems to fill us the comfort of love…’ bagus ‘kan?
Track yang juga wajib didengar adalah track 11, track yang dipakai ketika scene Sakti sedang patah hati. Judulnya "Oh Jakarta", sebuah lagu bernuansa jazz, mengandalkan piano sebagai instrumen dominan, melebur bersama vocal Ramondo Gascaro, menjadikan lagu bagus dengan musik yang sangat indah, coba dengar juga liriknya, ‘Oh inilah Jakarta, mereka pesta dan berdansa seolah tak ada apa-apa, ada banyak cara untuk menutupinya…’ Track lain yang juga tidak kalah bagus adalah track 13, judulnya "Bebas" by Sore, track 16, judulnya "Dew" by Santamonica dan tentunya track 2, sebuah lagu daur ulang, sebelumnya dinyanyikan oleh Ren Tobing, tapi kali ini, dinyanyikan kembali oleh Rio Dewanto dengan warna musik yang berbeda, judulnya adalah "Cinta terlarang". Penasaran? Buruan beli original CD soundtrack-nya, selain juga harus nonton filmnya.
“Jadi pada mau nonton Arisan 2 ya? Siapa aja? Gue ikut juga dong, boleh ngga?” Kata saya ke teman.
“Boleh-boleh aja sih… Tapi loe ngga bosen ya? Loe ‘kan dah nonton lima kali…” Kata teman heran.
LIMA KALI
Written by
Iwan Sastro,
05 December 2011
Tagged under