Salah satu produsen yang menjadi pelopor trend ini tak lain adalah pabrikan mobil asal Jerman Volkswagen (VW) dengan produk legendarisnya, Beetle. Sejak kelahirannya Beetle dengan cepat mampu memikat hati para konsumennya. Popularitas mobil yang di Indonesia akrab disebut VW kodok ini sudah tidak perlu dipertanyakan lagi. Siapapun akan dengan mudah dapat mengenali mobil ini. Beetle sempat mengalami masa kejayaan sekitar tahun ‘60an, dimana kala itu mobil ini dianggap sebagai kendaraan yang irit bahan bakar, tangguh dan dijual dengan harga yang terjangkau. Kombinasi inilah yang menjadi salah satu faktor kesuksesan Beetle di seluruh dunia. Puluhan tahun kemudian, VW mengulang kembali kesuksesannya dengan meluncurkan New Beetle pada tahun 1998. Kelahiran New Beetle juga mampu menyihir mata para penggemarnya, baik penggemar lama maupun penggemar baru. Dan di tahun 2011 ini, VW kembali meluncurkan versi terbaru dari varian legendarisnya yang kali ini bernama The Beetle.
Kesuksesan VW dalam membangkitkan kembali produk legendarisnya menjadi semacam virus menular yang memicu produsen asal Eropa lain untuk melahirkan kembali produk suksesnya dalam wujud baru. MINI yang kini bernaung di bawah BMW Group juga turut meluncurkan lini produk populernya, yaitu MINI Cooper dan Countryman yang sekitar tahun ’60-70an tergolong sukses di berbagai belahan dunia. Popularitas Mini Cooper versi lawas juga sudah diakui berbagai kalangan. Prestasi di berbagai ajang olahraga bermotor seperti reli Monte Carlo pun sempat disabet oleh Mini Cooper. Adapun varian Countryman dulunya dikenal sebagai mobil estate/ wagon yang unik karena pada sebagian mobil ornamen body-nya terbuat dari kayu. Sementara produk barunya yang terdiri dari beberapa varian juga tak pelak kembali menuai sukses di seluruh dunia. Popularitas mobil ini kembali dan tetap menanjak hingga saat ini, terlebih dengan diversifikasi produk yang menyajikan berbagai macam tipe.
Contoh berikutnya adalah mobil garapan pabrikan asal Italia, Fiat dengan produk legendarisnya Fiat 500 yang lahir pada tahun 1957. Mobil kecil ini juga cukup populer di berbagai negara. Bekerjasama dengan tuner ternama, Abarth, Fiat 500 juga pernah berpartisipasi dan menorehkan prestasi di berbagai ajang reli pada era tahun ’60-70an, salah satunya di ajang Liège-Brescia-Liège Rally pada tahun 1958 dimana dua diantara tujuh Fiat 500 yang ikut serta mampu menduduki posisi satu dan dua. Lima puluh tahun setelah kelahirannya, atau tepatnya pada tahun 2007, Fiat 500 kembali hadir menyapa publik, namun kali ini dalam wujud yang baru. Baik versi standar maupun versi Abarth dari Fiat 500 lagi-lagi kembali menuai sukses.
Tak hanya dari wilayah Eropa, trend melahirkan kembali mobil legendaris pun dapat ditemui di Amerika. Beberapa contohnya antara lain adalah Chevrolet dengan produknya, Camaro. Muscle car yang sangat kondang di Amerika sekitar tahun ‘70an ini kembali hadir dengan tampilan yang tak kalah sangar sekaligus tak kalah populer. Popularitas Camaro baru semakin terdongkrak dengan perannya sebagai Bumblebee pada film Transformers. Dari jajaran muscle car tak hanya Chevrolet dengan Camaro-nya saja yang membangkitkan kembali jagoannya. Ford dengan Mustang GT350 dan GT500 fastback-nya serta Ford Thunderbird juga turut meramaikan pasar dengan produk barunya. Begitu juga Dodge Charger yang pada tahun ‘70an dikenal dengan nama “General Lee” pada film The Dukes of Hazard dan Dodge Challenger yang wujud barunya juga tetap terlihat sangar.
Selain Eropa dan Amerika, produsen mobil asal Asia pun tak ketinggalan untuk menyajikan mobil legendaris dalam wujud baru. Contohnya pabrikan mobil asal Jepang, Toyota yang melahirkan FJ Cruiser, mobil reinkarnasi dari Toyota FJ40 yang sangat populer di seluruh dunia.
Well, beberapa contoh tadi sepertinya cukup menegaskan trend yang sedang melanda dunia otomotif sekaligus membuktikan ungkapan di awal tulisan. Yup, what’s old is definitely new again.
Diolah dari berbagai sumber.