Outloud / Movie

Tampan Tailor - Inspiring Story, Not Really Good in Ending

Posted on April 01, 2013



SHARE THIS

 

Pastinya kalian sudah pernah menonton film “The Pursuit Of Happyness” yang diperankan oleh Will Smith. Well, kalau belum menontonnya, coba cari di Youtube atau cari DVD nya dan dijamin kalian akan terharu dengan jalan ceritanya. Kalau yang sudah menonton film itu, film yang akan kita bahas di sini mirip sekali ceritanya dengan film yang diperankan oleh Will Smith itu dan sama-sama terinspirasi dari kisah nyata.

 

Suatu kesalutan sendiri dengan sang sutradara, Guntur Soeharjanto, dia terang-terangan bilang kalau terinspirasi dari “The Pursuit Of Happyness”. Padahal banyak film Indonesia yang terang-terangan menjiplak cerita dari film luar tapi yang membuat film itu sendiri bilang tidak meniru (atau terinspirasi) dari film luar. Memasang Vino G. Bastian dan Marsha Timothy sebagai pemain utama, diharapkan film ini juga bisa mengispirasi para penontonnya. We hope that for sure.

Topan (Vino G. Bastian), seorang penjahit yang mempunyai jasa menjahit “Tampan Tailor” terpaksa kehilangan segalanya. Mulai dari istrinya yang meninggal, sampai usahanya harus tutup. Dia juga tidak mempunyai tempat tinggal lagi. Dia sedih anaknya harus putus sekolah karena tidak ada biaya. Topan berusaha untuk anaknya dan mengambil semua pekerjaan mulai dari calo tiket, kuli bangunan, sampai seorang stuntman. Dia terpaksa bohong dengan anaknya soal keadaannya, tapi semua usaha yang dia lakukan pelan-pelan menuai hasil yang dia inginkan.

Okay, here’s the review. Film ini berhasil menggambarkan cerita seorang pria yang berusaha keras untuk menghidupi anaknya walaupun dia sudah tidak mempunyai apa-apa lagi. Tone warna film ini juga lumayan bagus, mewakili sekali dari awal sampai akhir. Kita akan dibuat miris dengan keadaan ayah-anak ini, bahkan jika kalian yang gampang menangis bisa jadi terharu menonton film ini. Sayangnya, masih kurang untuk terus terharu karena adegan sedihnya terlalu cepat. Ada beberapa artikulasi dialog yang kurang jelas, sehingga kita tidak tahu apa yang dibicarakan oleh pemain itu. Untuk endingnya juga kurang menggigit menjadikan antiklimaks, seharusnya masih bisa diperlihatkan lebih mendalam apa yang terjadi kemudian oleh Topan dan anaknya.

Overall, walaupun kurang menggigit di bagian akhir, film ini masih bisa dinikmati karena mempunyai cerita yang bagus dan inspiratif. Jika kalian ingin menonton film Indonesia yang punya cerita bagus, you have to watch this movie. Dukung terus film Indonesia yang berkualitas.

 


Author:

Vinodii

Author 



Related Articles

Place your thing here..

If have a

×


Come and see my Garage Sale at: thefancy.com/things/1904032... #freebuzz
— @bungandy
×