Event / The List

Synchronize Festival 2016

Posted on November 02, 2016

Salah satu label rekaman independen Indonesia yaitu Demajors, bekerjasama dengan Dyandra Promosindo mengadakan sebuah festival yang bertajuk Synchronize Festival. Acara yang akan berlangsung pada 28, 29 dan 30 Oktober ini diadakan di Gambir Expo, Kemayoran, Jakarta. Festival musik multi-genre berskala nasional ini memberikan suguhan pertunjukkan yang ciamik dengan menampilkan artis-artis terbaik tanah air yang datang dari dekade ’70-an sampai 2000-an sebanyak 104 penampil. Genre yang disuguhkan pengunjung antara lain pop, rock, jazz, punk, metal, hip-hop, reggae, ska, indie pop, alternative rock/grunge, bossa nova, ballad hingga dangdut.    

Hari pertama dibuka oleh penampilan The Authentics yang dilanjutkan oleh Besok Bubar, Kelelawar Malam, Monkey Boots, Sore dan proyek terbaru dari Christopher Bollemeyer (Coki) yaitu Sunyotok sampai break sore hari. Malam pesta musik lokal tersebut dilanjutkan oleh penampilan Gangstarasta di Lake Stake, Kelompok Penerbang Roket di panggung yang sama, Jasad di Dynamic Stage, dan Yura Yunita di District Stage. Salah satu panggung yang menarik adalah Gigs Stage yang berada di suatu ruangan dengan luas sekitar 4x5 meter, membuat penampil dan penonton lebih intim serta bisa interaksi secara langsung. Musisi yang ikut ambil bagian di Gigs Stage pada hari pertama ini adalah Sunyotok, Max Havelaar, Heals, Blackteeth, Goodnight Electric dan penampilan paling pecah adalah saat Teenage Death Star tampil. Ruangan Gigs Stage hampir penuh dan begitu panas bercampur dengan alunan lagu Sir Dandy cs yang membuat semua orang dalam ruangan ini saling menabrakan diri. Hari pertama Synchronize Festival ditutup oleh penampilan Sheila On 7 dan Deadsquad di panggung yang berbeda.    

Di hari kedua, pengunjung yang hadir lebih ramai dibandingkan hari pertama. Sekitar jam 2 siang festival musik ini dimulai oleh penampilan Kunto Aji yang dilanjutkan oleh Noxa, Monkey To Millionaire, The Hydrant, Mata Jiwa, dan Down For Life sampai break Maghrib. Tidak ketinggalan dengan penampilan Rajasinga, Fourtwenty, Taring, Dead Vertical dan Float. Sama seperti di hari pertama, pada hari kedua pergelaran musik ini sempat diwarnai hujan. Akan tetapi antusiasme penonton tidak surut, panitia pun telah bersiaga dengan membagikan jas hujan untuk pengunjung. Malam harinya, Synchronize Festival dimeriahkan oleh penampilan The Brandals, Sentimental Moods, White Shoes & The Couples Company, The Kuda, Begundal Lowokwaru, Pee Wee Gaskins, Superglad, The Adams dan Endank Soekamti. Malam minggu Synchronize Festival ditutup oleh penampilan Soneta. Semua pengunjung langsung tertuju ke Dynamic Stage untuk menonton Rhoma Irama cs. Dari yang tua sampai yang muda, semua ikut berjoget dalam dendang dangdut yang dibawakan.    

Hari Minggu menjadi penutup pergelaran Synchronize Festival 2016 dengan pengunjung yang begitu ramai. Pesta penutup festival musik lokal ini dimulai dengan penampilan Gugun Blue Shelter di Lake Stage dan HMGNC di District Stage secara bersamaan. Diikuti oleh penampilan Koil, Silampukau Komunal, Elephant Kind, Agrikulture, Rock N Roll Mafia, Step Forward, Maliq & D’Essentials dan Danilla di stage berbeda. FSTVLST membuka malam penutup Synchronize Festival 2016 yang dilanjutkan oleh penampilan Krakatau, Navicula, 90’s Hip Hop All Star (Neo, Sweet Martabak dan Iwa K), Morfem, Tulus, That’s Rockafeller, Barasuara, Mocca, Rumah Sakit, The SIGIT, Shaggy Dog, Efek Rumah Kaca, Seringai dan Glenn Fredly. Diskopantera diplot sebagai penutup Synchronize Festival 2016 yang tampil di Gigs Stage.

Foto oleh: Fariz Eka Kuswanda & Andin Witama


  • Fariz Eka Kuswanda

    Text


Related Articles