Event / The List

Sebuah Event dari Gardu House untuk Merayakan Eksistensi Kultur Seni Jalanan

Posted on December 16, 2016

Sebuah art space asal Jakarta bernama Gardu House, kembali menggelar event yang mewadahi penggiat seni khususnya graffiti dan mural. Dalam Street Dealin 10, Gardu House ingin membawa khalayak luas agar bisa menikmati graffiti, dan agar nilai edukasi dan makna dari street art ini semakin tersampaikan.


Street Dealin X menghadirkan banyak seniman lokal. Untuk tahun ini mereka yang berpartisipasi adalah: Cakes PWS, Demusashi, Tor BBC, Fine ARTCOHOLIC, Zany13 ZNC, Rogue BBC, The Popo (Jakarta), Andre 14 K (Bandung), Mersk HSK (Solo), Bakore NGACO – Dols NGACO (Malang), Nick23 HSK – Rune HSK – Sic FSK – Tuyuloveme (Yogyakarta), dan Jink – Arghs HSB (Makassar).



Seniman Internasional pun turut serta seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk kali ini para artist internasional tersebut adalah: Artime Joe – Jayflow (Korea), Asmoe – Cloak – Nestwo (Malaysia), Boogie (Swiss), Graver (Filipina), Nikko (Prancis), Nycer (Brunei), Song (Singapore), dan Zmogk (Rusia).



Bima Chris selaku direktur dari Street Dealin X ini menerangkan, bahwa dalam Street Dealin 10 pihaknya tidak ingin ada sistem kompetisi atau battle antar seniman. Konsep “battle” kerap kali dilakukan oleh berbagai acara seni jalanan untuk memeriahkan event. Bagi Bima, konsep tersebut hanya menimbulkan sisi kompetitif.



Street Dealin ke 10 ini memiliki lebih banyak program acara, yaitu diskusi, pemutaran film, mini exhibition, bedah kampung dan sebagai penutup dengan titel Big Bang Party. Pada  Big Bang Party sebagai ujung acara, Gudang Sarinah Ekosistem (GSE), Pancoran Timur, Jakarta Selatan, diisi oleh berbagai kegiatan menarik seperti Graffiti Bazaar, Live Painting dari para seniman graffiti, Live Music dari 8ball, BlaKumuh, Boyz Got No Brain, Tuan Tiga Belas, dan masih banyak lagi.

Gardu House berharap bisa memberikan makna lebih bagi para penggiat street art di Indonesia dan Asia Tenggara. Street Dealin 10 diharapkan bisa menjadi acara wajib yang menjadi titik berkumpulnya para pelaku graffiti dan mengajak khalayak luas untuk menikmati dampak positif dari sebuah street art.













Related Articles