Face 2 Face / Community

Future Oriented Junk

Posted on December 15, 2016

Untuk kamu yang suka dengan party, mungkin sudah nggak asing lagi dengan yang namanya Tripo3000. Tripo 3000 adalah sekumpulan party maker yang dulunya bernama Tripomatica, awal terbentuknya di Melbourne, Australia, pada tahun 2008 silam. Seiring berjalannya waktu, Tripo3000 mulai mengembangkan sayapnya lagi sekitar tahun 2015 dengan membuat event party di Indonesia. Jumat, 16 Desember 2016, Tripo3000 akan merayakan anniversary mereka yang pertama di Jenja, Jakarta. Free! berkesempatan untuk berbincang-bincang seputar Tripo 3000 dan persiapan mereka menjelang event anniversary dengan dua founder Tripo3000, Hendy Kana dan Mayo.

Tripo3000 ini project apa?
Hendy Kana: Party maker kali ya. Fokusnya emang bikin party aja sih, tapi dalamnya ada beberapa DJ yang otomatis pasti main juga, kayak Mayo, gue, dan ada beberapa lagi gitu. tapi, team-nya lengkap juga, ada bagian kreatif, ada bagian dekor, jadi emang party maker aja sih.

Tapi, bisa dibilang komunitas juga atau nggak?
Mayo: Kita nggak mau komunitas sih, sebenarnya kita mau grab sebanyak mungkin komunitas lah gitu.

Kan ini party maker nih, genre yang diusung setiap party-nya hanya fokus disatu genre aja, atau lebih universal?
Hendy Kana: bervariasi kali ya, tapi yang pasti sih nggak EDM (Electronic Dance Music) ya. Maksudnya, ada yang arahnya ke sana, ada yang arahnya mungkin dibilang underground, tapi kita nggak mau dibilang underground juga, nggak sih.
Mayo: Kita sebenarnya suka dance music sih awalnya, tapi dari situ kita bisa mainin apa aja sih, maksudnya house music juga masuk, disco masuk, funk masuk. Pokoknya basically, musik-musik yang kita mainin ya buat party aja gitu, apapun itu.

Makna dari nama “Tripo3000” ini tuh apa? kenapa dinamain “Tripo3000”?
Hendy Kana: Jadi, asalnya kan kita dari Melbourne nih, udah dari 2008. Awalnya itu namanya, Tripomatica, itu asal usul namanya, dari mana munculnya sih rada-rada nggak tau sih, tapi pokoknya itu udah asal usulnya deh itu Tripomatica. Terus abis itu, seiring berjalannya waktu makin bervariasi, makin evolve, makin segala macem, akhirnya kita kayak merasa makin terlalu luas jadinya, karena di Melbourne masih jalan sampai sekarang. Tapi, sejak balik ke Jakarta, mau bikin di sini, basically Tripo3000 itu kayak a street down version of Tripomatica, jadi cut down back the basics aja gitu, makanya kayak dipersingkat, dipotong, jadi kesannya emang cuma inti-intinya aja gitu. In terms of music, in terms ke apa yang mau dibikin, jadi nggak terlalu broad lagi gitu loh. In terms of 3000 itu sendiri tuh, arahnya itu maksudnya tuh kayak orientasinya 3000 itu mikirnya future gitu, masa depan, makanya tagline kita itu “Future Oriented Junk”. Jadi, basically kita bikin party atau musik atau apa, acuannya something the future aja, sesuatu yang belum kepikiran orang deh gitu, baik itu secara party atau pun misalnya konsep acara, atau apa. Tapi, basically ya ‘nyampah’ aja, makanya kayak “Future Oriented Junk” aja. That’s the meaning of 3000.

Siapa sih yang mengusulkan untuk bikin project Tripo3000?
Hendy Kana: Dari kita sih.
Mayo: Basically, kita, gue sama Hendy kita dulu ketemu emang karena kita suka party aja sih. Kita sering ke party bareng dulu waktu masih di Melbourne, terus ya tiba-tiba muncul aja ide, “Eh, gimana kalau kita buat kali ya?” jadi, kita juga bisa main, kita juga bisa nge-grab orang-orang yang lebih luas.

Tadi kan sempet cerita Tripo3000 dari Melbourne. Nah, perbedaan scene di Melbourne dan di Indonesia itu seperti apa?
Hendy Kana: Mayo ini sebagai sesepuh Melbourne biasanya lebih tau.
Mayo: Perbedaan paling berasa itu sih scene-nya sih, orang-orangnya yang datang ke party itu sendiri. Karena, kalau di sana mungkin lebih luas jadi orang-orang lebih appreciate musik gitu, lebih ke gampang joget, gitu-gitu, orang nggak terlalu banyak milih lah. Kalau di sini, mungkin lebih banyak milih, tapi kita berusaha parah untuk edukasi orang kalau misalnya sebenarnya tuh kalau ke mana-mana kita tuh nggak selalu ingin dengar lagu yang kita ingin dengar. Kita ingin juga dengar lagu-lagu yang mungkin masih di benang merah yang sama, tapi paling nggak kita discover lah gitu lagu-lagu baru.

Terus, gimana penyesuaian kalian bawa Tripo3000 ini ke Indonesia?
Mayo: Berat sih, emang awalnya berat banget. Gue sendiri pun as a DJ juga pas balik juga stress gitu, karena beda banget dan takut aja gitu, mungkin ada takutnya gimana kalau musik yang kita bawa nggak sesuai gitu, tapi seiring berjalannya waktu akhirnya kita juga dapat masukan dari temen-temen, ya amin sampai sekarang sih gue rasa progress kita baik, makin meningkat.

Tripo3000 kan juga mau anniversary yang pertama ya hari Jumat ini. Persiapannya udah sampai mana?
Hendy Kana: Persiapannya sih ya sambil berjalannya, pasti sih banyak yang di-prepare karena kan selain juga anniversary, venue yang buat kita main sekarang juga kan bisa dibilang Jenja tersebut sendiri juga emang ya istilahnya “the place to be” lah kalau in terms of underground music, in terms of club music yang di Jakarta ya sekarang kan ya dibandingin tempat-tempat yang lain. Kayak yang Mayo bilang tadi, pas kita balik ya gue juga sempet pusing juga, karena pas balik kayak yang “mau bawa ke mana ya? Mau party ke mana ya?” karena kan rata-rata ya pilihan-pilihannya, variasinya nggak sebanyak yang di sana, jadi misalnya klub-klub yang satu sama klub-klub yang dua mungkin nanti lagunya sama lagi kan gitu, sekarang dengan adanya Jenja sih kita juga kebantu banget sama itu, scene-nya juga kebantu banget. Jadi, bukan hanya kita, baik teman-teman dari kolektif lain, teman-teman dari EO (event organizer) lain, temen-temen dari DJ-DJ lain juga dengan adanya Jenja ini sih jadi ngebantu juga.

Itu yang jadi alasan kenapa event-nya diadakan di Jenja?

Hendy Kana: Iya, tapi Itu juga prosesnya susah, nggak segampang itu untuk dapat, mereka juga karena dengan music policy mereka yang tiap minggu itu bawa DJ luar yang benar-benar proper dan bagus, jadi untuk istilahnya kita juga dapat opportunity untuk ngerayain anniversary itu juga nggak gampang. Karena, sampai sekarang juga yang baru masuk sana itu even untuk weekend selain Tripo juga baru si Future10, mereka juga baru anniversary juga gitu loh. Jadi, preparations in terms dari kitanya sendiri juga ribet, tapi kita juga mau ngejaga biar si venue-nya juga happy dengan hasilnya. Jadi yaaa, pusing-pusing hahaha.

Di event anniversary nanti, apa yang mau dipersembahkan oleh Tripo3000?
Hendy Kana: Basically, it’s gonna be good party aja ya, maksudnya kayak dari kita DJ-DJ yang main kan ada Mestizo, ada Spencer, ada juga Richi dari Tripo Bali, karena di Bali ada Tripo juga, jadi dia datang main di sini juga, abis itu ada Mayo main juga, gue juga main juga. Jadi, basically the whole team Tripo ya mempersembahkan yang terbaiknya ya. Selain itu juga, dari tim supporting kita juga kayak kreatif kita, tim dekor kita, mereka ya all out juga sih, dan tentunya sih teman-teman maupun partner-partner DJ lain, EO lain, segala macam juga pada datang semua, jadi ya buat ngumpul rame-rame aja sih.
Mayo: Kita ingin ngerayain ulang tahun, terus kita ingin undang teman-teman juga untuk datang deh ngerayain.

Setiap event DJ-nya dari Tripo aja atau ada guest dari luar Tripo juga?

Hendy Kana: Ada guest juga.

Jadi, nggak semua event itu DJ-nya dari Tripo aja?
Hendy Kana: Nggak, tergantung event-nya. Jadi, contohnya event yang namanya Tramp, itu konsepnya lebih kayak tempat yang emang lebih clubby, jadi DJ-DJ yang main, baik itu mungkin dari Tripo sendiri atau pun dari yang lain, tapi arahnya lebih ke sana gitu. Tapi, kita juga ada brand event yang lain namanya LalaLand, itu lebih kayak ke bar/club gitu deh, bar yang klub-klub nanggung gitu loh. Jadi, baik DJ Triponya yang dipilih untuk main di situ atau pun guest DJ lain. Jadi, tergantung brand event-nya juga sih.

Terus tadi kan sempet bilang ada Tripo Bali. Next-nya ada rencana untuk bikin event di mana lagi?
Hendy Kana: Well, in planning sih sejujurnya karena kita mulainya juga di Melbourne, abis itu kebetulan kan Melbourne itu kan banyak orang dari negara-negara lain, jadi kenal banyak teman dari macam-macam negara, jadi selain Melbourne masih jalan, abis itu teman-teman yang di sana juga udah pulang ke negaranya masing-masing, makanya kan Jakarta jalan, Bali juga tetap jalan. In planning sih sejujurnya KL (Kuala Lumpur) sih, karena beberapa bekas Tripo di Melbourne sekarang udah balik juga ke KL, mereka ingin jadi juga gitu, jadi itu within some times soon sih kayaknya KL.

Untuk di Indonesianya sendiri? Ada rencana lagi selain di Jakarta dan Bali?
Hendy Kana: Untuk Indonesia sendiri sih kayaknya belum sih.
Mayo: Belum sih, tapi kita sih udah ada on plan yang masuk di musik-musik kita, contohnya kayak Jogja dan Surabaya. Tapi, itu mungkin some times next year lah.

Alasan kenapa harus datang ke party event anniversary-nya Tripo3000?
Hendy Kana: karena, kalau nggak dateng nonton Netflix doang bosen hahaha. Apa ya? Ya karena kita party makers, kita juga emang bukan business oriented gitu, maksudnya bukan money oriented, agak bedanya di situ mungkin sama yang lainnya. Jadi, kayak kita kasarnya emang cuma ngajak party orang aja, buat have fun aja, no pressure to us, no pressure to yang nanti datang juga. Jadi, kita emang sama sekali nggak nge-press seperti itu gitu loh. Makanya, partner-partner kita yang sponsorin juga atau pun yang support kayak freemagz juga, ya basically sih karena emang ya party aja deh. Jadi, ya senang-senang aja, yang kita bisa pastiin sih, if you’re gonna come Jumat sih pasti you’re gonna have a good time aja gitu loh, ya mudah-mudahan sih sampai pagi.


  • Fariz Eka Kuswanda

    Photograph

  • Dwi Andini Witamasari

    Text



Related Articles