Face 2 Face / Profile

Pengarang Blasteran Photobook ini berbagi cerita soal kehidupan sehari-hari seorang Blasteran

Posted on October 05, 2017

"Apabila kita bisa mendapatkan satu dolar untuk setiap pertanyaan 'Oh, how do you speak Bahasa so well?'  meskipun logat Indonesia kita sempurna... sepertinya kita sudah memiliki warung dimana-mana deh." Kalimat tersebut merupakan bagian dari kata pengatar Blasteran Photobook yang mencerminkan salah satu kekesalan yang dihadapi oleh orang yang memiliki darah keturunan campuran. Sebagai creator, Anita Taylor sangat paham mengenai suka dan duka kehidupan seorang Blasteran dan akhirnya terlahirlah ide untuk mengumpulkan orang-orang Indonesia yang mempunyai darah keturunan campuran atau yang lebih dikenal sebagai Blasteran. freemagz bertemu dengan wanita berketurunan New Zealand - Indonesia ini untuk membicarakan mengenai proses pembuatan Blasteran Photobook, #mixedpeopleproblem, dan pengalaman ditipu saat berbelanja di pasar.

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan julukan Blasteran?
Blasteran adalah orang yang mempunyai satu orang tua berdarah Indonesia dan satu orang tua yang berdarah asing. Banyak orang yang menyangka bahwa Blasteran adalah campuran orang Indonesia + “bule”, padahal definisi dari orang asing bisa artinya mempunyai darah orang asia atau afrika, tidak selalu harus “bule”.

Bagaimana tercetusnya ide untuk membuat Blasteran Photobook?

Ide tersebut datang sekitar tahun lalu. Saya sedang berbicara dengan teman saya, yang berdarah campuran Timor Timur dan Afrika Barat, mengenai kehidupan di Austraia dan problema yang dihadapi oleh orang-orang yang berdarah campuran, seperti kalau pulang ke Indonesia, kami tidak dianggap sebagai orang Indonesia; saat keluar negeri, kami dianggap orang asia tapi sebenarnya kami juga “bule” (tertawa).Saat itu, ia menyarankan saya untuk membuat sebuah buku mengenai kehidupan seorang Blastera karena saya seorang mantan guru bahasa Inggris selama 11 tahun. Tapi sayangnya tidak banyak orang yang masih membaca buku secara fisik lagi, lalu saya berfikir, “kenapa tidak saya membuat sebuah photobook mengenai kami?” Kami berpenampilan sangat berbeda satu sama lain, tapi ada sesuatu yang mempersatukan kami, menurut saya kemiripan bentuk mata kami (tertawa). Saya mulai proses pemotretan pada bulan Oktober karena “why not?”. Ini merupakan sebuah dedikasi untuk merayakan individualitas kami masing-masing.



Berapa lama proses pengerjaan proyek ini?

Saya mulai mengerjakan volume satu dan dua pada bulan Oktober, dan dirilis bulan Mei kemarin. Jadi kira-kira prosesnya lima bulan untuk membuat dua volume. Volume tiga dan empat sedang dalam proses pengerjaan

Berapa banyak Blasteran yang terlibat didalam photobook ini?

Volume satu dan dua menampilkan 140 orang. Rencana awalnya adalah 150 orang dalam satu buku, tapi saya salah memperkirakan jumlah halaman, karena harusnya akan menjadi sekitar 330 halaman, dan nanti orang akan cepat bosan, akhirnya saya bagi menjadi dua volume. Selanjutnya juga akan melibatkan sekitar 140 orang.

Berapa banyak edisi yang rencananya akan dibuat?

Awalnya saya mau membuat berbagai macam Blasteran, tidak hanya Indonesia saja. Tapi sepertinya lebih sulit, maka akhirnya saya membuat yang Indonesia terlebih dahulu untuk melihat seperti apa hasilnya. Saat ini, saya sedang mengerjakan yang Original Blasteran (orang yang berdarah campuran Indonesia dan asing). Edisi kedua akan menjadi couples edition, jadi mengangkat para Blasteran dengan pasangannya untuk mengetahui orang seperti apa yang dipilih sebagai pasangan oleh para Blasteran saat ini. Yang ketiga adalah kids edition, yang akan melibatkan Blasteran generasi kedua atau anak dari anak yang Blasteran. Dan yang keempat adalah international edition yang akan menampilkan berbagai macam Blasteran, terlepas apakah mereka mempunyai darah Indonesia atau tidak.  



Sejak dirilis bulan Mei, bagaimana tanggapan orang mengenai Blasteran Photobook?

It was great. It’s been nothing but love and support. Terkadang saya sampai hampir menangis karena para Blasteran generasi kedua yang tinggal di Jakarta saat ini sedang melewati masa pencarian jati diri banyak yang sedang kebingungan. Saya besar di Bali dan disana banyak orang-orang Blasteran jadi lebih mudah. Banyak anak-anak perempuan disini yang berterima kasih kepada saya karena telah membuat sebuah wadah atau komunitas ini sehingga mereka tidak merasa sendirian. Cukup mengejutkan bahwa lebih banyak tanggapan dari orang-orang Jakarta daripada Bali.

Apakah kehidupan seorang Blasteran berbeda dengan orang lain?

Menurut saya, sedikit berbeda karena saat tumbuh, kami mendapatkan best of both worlds. Kami mendapat didikan kebudayaan Indonesia seperti harus “sungkem” saat bertemu orang yang lebih tua, dan juga mendapat didikan kebudayaan barat. Banyak orang yang beranggapan “oh kamu itu campuran, pasti kehidupan kamu lebih mudah”, padahal dari hasil percakapan saya dengan para Blasteran di Jakarta, beberapa dari mereka merasa hidupnya lebih susah karena mereka sering tidak dianggap orang Indonesia. Saat kami kembali ke negara asing yang merupakan tempat lahir salah satu orang tua kami, disana pun kami tidak dianggap sebagai orang keturunan negara tersebut karena kami terlihat berbeda

Dari sekian banyak Blasteran yang terlibat dalam pembuatan buku ini, apa perpaduan yang paling unik?

Dua bulan lalu, saya memotret dua anak perempuan yang mempunyai ibu berdarah Indonesia- Inggris dan ayah berdarah Nigeria. Perpaduan ini menurut saya sangat menarik karena hasilnya adalah anak mereka yang berdarah ½ Nigeria, ¼ Indonesia, dan ¼ Inggris. Saat bertemu, mereka menyapa “Assalamualaikum, tante”, saya cukup terkejut dan hal itu sangat keren. Apalagi saat melihat anak-anak Afrika dengan rambut keriting itu berbicara kepada ibunya dengan bahasa Indonesia yang lancar.



Apa yang dimaksud dengan #mixedpeopleproblem?

Di akun Instagram kami (@blasteranphotobook), saya unggah foto mereka dan saya tuliskan problema yang mereka hadapi sebagai orang berdarah campuran #mixedpeopleproblem. Pada dasarnya, saya ingin membuat itu selucu dan seseru mungkin jadi kita bisa saling menertawakan dilema dan masalah dikehidupan sehari-hari seperti ditipu saat berbelanja di pasar dan diberikan harga mahal karena kami disangka orang asing (tertawa)

Apa misi utama dari proyek Blasteran Photobook ini?

Saya mempunyai beberapa misi, namun yang utama adalah membangun komunitas kecil untuk para Blasteran. Banyak dari kami merasa tidak mempunyai “rumah” karena kami cukup sering pindah tempat tinggal antar negara. Misi saya adalah untuk membuat sebuah wadah yang mempersatukan kami menjadi sebuah keluarga besar.

For more info on the Blasteran Photobook:
Instagram: @blasteranphotobook
Facebook: facebook.com/blasteranphotobook/


  • Idham Aldilas

    Photograph

  • Joshua B. Malaihollo

    Text



Related Articles