FMD / Music Review

Musik Indonesia di masa lalu dengan warna masa kini

Posted on January 30, 2018

NonaRia baru saja merilis album debut bertajuk “NonaRia” pada Jumat lalu (26/1), pada hari yang sama mereka juga melakukan launching album di Coffewar, Kemang, Jakarta Selatan.

Album ini merupakan sebuah album perkenalan dari NonaRia. NonaRia merupakan trio wanita bertalenta dengan musik yang unik, terbentuk pada akhir tahun 2012 dengan format awal Nesia Ardi pada vokal, Nanin Wardhani pada piano dan Rieke Astari pada akordeon. Namun, Rieke memutuskan untuk pindah keluar kota dan posisinya digantikan oleh Yasintha Pattiasina yang bermain biola, jadilah NonaRia dengan format baru (saat ini) yang beranggotakan Nesia (vokal & snare), Nanin (akordeon/piano), dan Yasintha (biola). Di era yang sudah serba modern ini, NonaRia lebih memilih untuk bergaya vintage mulai dari gaya bermusiknya hingga fashion yang ditampilkan.



Lagu-lagu yang ada di album debut NonaRia ini terinspirasi oleh musik-musik klasik Indonesia era 50-60an. Ketika mendengarkan seluruh lagu dari album “NonaRia”, kamu seperti dibawa kembali ke zaman dulu, karena suaranya secara keseluruhan memang terdengar sangat klasik, mulai dari lirik, pilihan nada, dan karakter audio yang menyerupai piringan hitam. Dengan perpaduan snare, akordeon, dan biola, NonaRia mampu mengekspresikan musik yang sederhana namun tetap berkelas.

Album “NonaRia” berisikan 8 lagu dengan tema sangat sederhana, terinspirasi dari kejadian sehari-hari di sekitar kita. Lagu-lagunya juga dibalut dengan lirik yang ringan, menggunakan bahasa sehari-hari sehingga pesan dalam setiap lagunya bisa dengan mudah dipahami. Selain itu, sebagian besar lagu-lagu NonaRia dalam album ini memiliki rima yang cukup kuat, membuat lagunya jadi lebih enak saat didengarkan maupun saat dinyanyikan.



Seperti lagu ‘Antri Yuk’ misalnya, lagu yang sudah dirilis terlebih dahulu pada tahun 2017 ini menggambarkan keadaan di jalanan ibukota yang mayoritas orang-orangnya susah untuk mengantri, lagu ini memiliki lirik yang nggak terlalu panjang, berima, bahasanya santai, dan pesannya bisa tersampaikan dengan mudah. Begitu juga dengan 7  lagu lainnya, ‘Salam NonaRia’, ‘Senandung’, ‘Hari Bahagia’, ‘Sayur Labu’, ‘Sebusur Pelangi’, ‘Maling Jemuran’, dan ‘Santai’.

“Ayo teman, b’lajar antri, ayo kawan, b’lajar rapi, jangan rebutan, ayo antri, kalau kau tertib semua lancar pasti,” begitulah sepenggal lirik dari lagu ‘Antri Yuk’.

Album ini memang diaransemen dan diproduseri sendiri oleh NonaRia, namun, dalam pengerjaannya, NonaRia juga menggandeng musisi lain sebagai pendukung, diantaranya Maha Nimrod Purba dan Ahot Fenderico yang memainkan kontrabass, dan Junior Soemantri yang menyumbangkan suara merdunya dalam lagu ‘Sebusur Pelangi’. Nggak hanya itu, NonaRia juga bekerjasama dengan ilustrator Hari Prast untuk mengerjakan ilustrasi gambar pada cover, postcard dan kertas lirik yang terdapat dalam album ini.



Kalau kamu penasaran dengan keseluruhan lagu dan musik dari NonaRia, CD fisiknya sudah bisa didapatkan di toko-toko yang didistribusikan oleh Demajors Independent Music Industry (DIMI) di seluruh Indonesia. Album “NonaRia” juga bisa didapatkan melalui platform digital seperti iTunes, Spotify, Joox dan beberapa platform digital lainnya satu minggu setelah rilisan fisik beredar.

Lagu-lagu NonaRia bisa dinikmati oleh berbagai kalangan dan lintas generasi. Bagi generasi terhadulu, dengan mendengarkan lagu NonaRia akan dibawa kembali ke kenangan masa lalu, dan bagi para generasi yang lebih muda, inilah musik Indonesia di masa lalu dengan warna masa kini.



Listen to one of their songs called 'Antri Yuk' down below:



  • Dwi Andini Witamasari

    Text


Related Articles