Outloud / Travel & Life

Memburu “Harta Karun” Di Indonesia

Posted on January 04, 2017

Tidak dapat dipungkiri lagi keindahan alam Indonesia selalu mencuri hati siapa pun, baik itu wisatawan dalam negeri atau pun wisatawan mancanegara. Kalau dibikin daftar entah sampai kapan akan selesai mengenai tempat-tempat menarik yang ada di Indonesia. Mulai dari Sabang sampai Merauke tidak akan akan habis di data tempat-tempat indah di bumi pertiwi ini.    

Jika beberapa waktu lalu liburan dengan konsep mewah,mulai dari resort hingga fine dining di pinggir pantai sempat booming, belakangan ini era tersebut mulai ditinggalkan. Berganti dengan sebuah perjalanan yang tidak direncanakan namun memiliki tujuan untuk menemukan tempat-tempat baru yang belum terkespos.    

Backpack
, action cam, smartphone, power bank dan modem dengan jaringan yang kuat merupakan bagian terpenting yang harus disiapkan oleh para pemburu “harta karun alam” belakangan ini. Tempat-tempat yang di incar biasanya adalah tempat yang tidak mainstream dan benar-benar masih sangat alami. Duduk berjam-jam sambil menikmati alam dan mengabadikannya dengan action cam, lalu segera posting di social media merupakan sebuah fase yang harus dilewati oleh para pemburu tempat seperti ini. Rasanya akan sangat menyebalkan jika harus menunggu beberapa saat untuk dapat memamerkan apa yang telah mereka temukan.
   

Tempat-tempat seperti ini biasanya memang di dalam sebuah desa, untuk menemukan tempat tersembunyi tersebut tentunya menggunakan kendaraan roda dua atau pun mobil 4x4 dengan ukuran yang mini merupakan sebuah pilihan yang tepat. Namun memang selalu saja ada pro kontra untuk masalah yang satu ini, ada yang merasa dengan di blow up-nya tempat-tempat tersembunyi seperti ini ditakutkan akan merusak habitat alam, atau ada juga yang berpendapat akan membuat warga desa sekitar akan tercemar dengan pola hidup masyarakat perkotaan. 

  • 4 Sungai Maron

    Sekilas melihat mungkin kita akan berpikir ini berada di belantara Sumatera atau di Kalimantan dengan buaya di kiri kanan yang akan menemani sepanjang perjalanan kita. Namun kenyataannya ini adalah Sungai Maron yang terdapat di daerah Pacitan yang merupakan tempat kelahiran mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Hanya dalam hitungan sekejap Pacitan yang awalnya kurang begitu terdengar, belakangan ini menjadi sebuah tempat tujuan para surfer dunia yang penasaran dengan ombak pantai selatan.  

    Lokasi dari tempat ini memang cukup terpencil dan jauh dari kota, sehingga kita akan menemukan kedamaian. Hembusan angin, suara mesin kapal kayu dan percikan air akan menemani kita dalam menyusuri sungai hingga ke pedalaman. Ujung sungai ini adalah Pantai Ngiroboyo yang memiliki pemandangan indah dan air yang cukup aman untuk berenang. Tidak mudah mencapai pantai ini jika kita melewati jalan darat, sehingga melewati sungai ini adalah jalan yang paling mudah sekaligus paling seru.

  • 3 Goa Gajah

    Berjalan ke arah selatan  Yogyakarata, lebih tepatnya ke daerah Imogiri dan ambil jalur kanan ketika menemukan pecahan jalan. Ambil arah menuju Kebun Buah Mangunan dan tancap gas terus ke atas maka kita akan menemukan sebuah goa yang dinamakan Goa Gajah. Memasuki Goa Gajah kita akan menemukan beberapa spot menarik yang biasa digunakan oleh beberapa kalangan untuk kepentingan tertentu, biasanya masih berhubungan dengan dunia spiritual. Jalanan dalam Goa Gajah cenderung licin maka dari itu harus ekstra hati-hati, di beberapa bagian kita harus menunduk untuk melewati batu-batuan. Paling menarik dari Goa Gajah adalah ketika kita akan mengakhiri perjalanan ini, pintu keluar berada di atas kepala kita dan untuk menuju pintu keluar kita diharuskan menaiki anak tangga yang terbuat dari bambu. Setelah keluar dari Goa Gajah, silahkan berjalan menyusuri jalan, sekitar 200 meter kita akan berada di atas tebing yang bernama Watu Mabur, jika ingin bermalam maka kita dapat mendirikan tenda di daerah tersebut.

  • 2 Teluk Banyu Biru

    Sesuai dengan namanya, teluk ini memiliki wilayah perairan yang sangat jenih dan memiliki ombak yang tenang walaupun masuk ke dalam wilayah pantai selatan. Dengan kondisi ombak yang tenang dan kejernihan air di bagian dalam maka aktivitas diving,snorkeling,kano hingga renang merupakan pilihan yang sangat tepat. Tempat yang juga biasa disebut Selanggrong ini memang kurang terdengar namanya, mungkin dikarenakan lokasinya yang memang sedikit sulit terjangkau. Satu-satunya jalan menuju lokasi ini adalah melalui jalur laut dan terletak di balik semenanjung Sembulungan yang masih merupakan bagian dari Taman Nasional Alas Purwo.  

    Untuk dapat menginjakan kaki di tempat ini kita dapat menggunakan perahu dengan biaya sewa sekitar Rp. 500.000 dari pelabuhan di Banyuwangi dengan waktu tempuh sekitar 2 jam. Beberapa kalangan bahkan mengincar prosesi sunrise di tengah laut, sehingga waktu yang tepat untuk berangkat adalah jam 02.00 WIB dini hari.

  • 1 Luweng Sampang

    Tempat yang satu ini memang masih bisa dibilang belum ada yang memperhatikan atau pun belum diurus oleh warga sekitar atau pemerintah. Luweng Sampang adalah sebuah air terjun yang terletak di daerah Gunung Kidul Yogyakarta, namun untuk mencapainya lebih dekat melalui jalur arah Klaten dibandingkan dengan lewat Selatan. Tempat ini sering dijadikan tujuan para penikmat sepeda gunung, setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang biasanya mereka akan menghabiskan waktu sambil beristirahat di Luweng Sampang. Sayang tempat yang memiliki potensi ini masih sangat minim dengan fasilitas umum seperti tempat bilas, tempat makan hingga transportasi umum. Menurut warga sekitar dahulu sempat ada transportasi yang melintasi daerah ini, namun minimnya kuota para pengguna transportasi umum menjadikan trayek ini ditutup. Waktu yang cocok untuk bermain di area ini adalah ketika musim hujan, namun bukan berarti sewaktu hujan turun.


  • Anggara

    Text


Related Articles