Outloud / Art & Design

Sembilan Penamaan Grup Musik Terbaik di Indonesia (Sejauh Ini)

Posted on March 09, 2017

Untuk Hari Musik Nasional tanggal 9 Maret ini free! memberikan 9 nama band terbaik nusantara. Mengapa diperingati setiap 9 Maret? karena bertepatan dengan hari lahirnya Wage Rudolf Soepratman, sang pencipa lagu kebangsaan ‘Indonesia Raya’. Kenapa free! berikan 9 nama? ah, itu sih dipas-pasin aja.

Pertimbangan nama band terbaik menurut free! karena: dengan tepat mewakilkan kemasan band bersangkutan, faktor grafis dan typografi yang menambah citra, dan bahkan permainan kata sederhana yang cerdik. Boleh saja kamu punya nama band favorit lain.

Karena mungkin kamu merasa God Bless, Siksa Kubur, Dara Puspita, Rumah Sakit, Efek Rumah Kaca dan (hmm) Wali adalah nama-nama band yang sangat keren. Berikut adalah 9 nama band terbaik Indonesia versi free!  

  • 9 Zoo

    Zoo berarti kebun binatang, album pertama Zoo berjudul ‘kebun binatang’, Zoo menghasilkan suara seperti kebun binatang. Zoo selaras dengan konten musikalnya. Semburan noise rock eksperimental menghasilkan kebisingan seperti para hewan di kebun binatang yang tidak diberi makan seminggu. Rully Shabara selaku vokalis membunyai band baru yang namanya tidak kalah keren: Senyawa.

  • 8 Rock N' Roll Mafia

    Pertama mendengar RNRM sempat mengerutkan dahi. Kemudian mendengar materi-materi mereka, ternyata Rock and Roll Mafia bukan rock and roll, apalagi gembong mafia. Memang tidak ada kaitannya dengan musik yang dimainkan. Mereka adalah band electro-pop yang bertanggung jawab pada alirannya. Lalu apa hubungannya? disitulah daya tariknya.

  • 7 Speedkill

    Contoh efisien bila ingin mencomot salah satu lirik dari band kesukaan kalian. Speedkill dicomot dari salah satu lirik, Soilwork (Swedia). Awalnya nama Speedkill terasa tidak orisinal, murahan, tidak syahdu. Tapi dengan rilisan-rilisan yang menerjemahkan crossover thrash/hardcore punk dengan mantap, ditambah sentuhan artwork yang mumpuni berhasil mencuri perhatian.

  • 6 Kelelawar Malam

    Tidak ada nama yang bisa lebih cocok lagi bila ada band (Ada band?, manusia bodoh?) yang menerjemahkan ke dalam lagu nuansa film-film horor Indonesia era Suzanna dengan Misfits sebagai soundtracknya.

  • 5 Koil

    Koil yang satu ini mampu menghasilkan tegangan listrik besar kepada komponen musik Indonesia. Koil berhasil menghasilkan tegangan maksimal dengan pembakaran elemen Industrial-rock/heavy metal hingga meletikkan pijaran bunga api pada stereo anda.

  • 4 ((Auman))

    Sebagai awak Sumatra Selatan, Riann Pelor cs dengan bangga mengadopsi Harimau Sumatra sebagai simbol dan inspirasi bermusik mereka. Keberanian dan sisi elegan Harimau sejalan dengan lenggang anggun heavy-rock plus elemen punk yang disuguhi. Pembubuhan dua tanda dalam kurung dalam logo merepresentasikan gaung gemuruh keganasan ((Auman)). Sangat disayangkan, salah satu band yang memicu gairah skena musik Palembang ini hanya berumur pendek. Namun, ((Auman)) sudah menandai teritoria mereka dalam belantara musik Indonesia.

  • 3 Sore

    Musik Sore tidak terlalu siang, tidak terlalu terang; tidak terlalu malam, tidak terlalu muram. Lirik melankolis dibarengi eksekusi Indonesiana rock revival brilian nan arkais, tidak sulit menempatkan Sore dalam kumpulan penamaan regu musik terbaik. Setelah keluarnya salah satu anggota mereka, free! selalu berharap Sore tidak terbenam dan keindahan petangnya selalu diiringi dengan karir yang cerah.

  • 2 Marjinal

    Marjinal adalah bagian dari Komunitas Independen, Taring Babi, tujuan utama mereka adalah untuk memerangi diskriminasi dari segala jenis melalui praktik diskriminasi sehari-hari terhadap punk. Mengutip dari sebuah catatan Komunitas Taring Babi bahwa melalui Marjinal, mereka berusaha menyampaikan suatu pesan akan suatu penolakan maupun penerimaan dan harapan setelah apa yang dirasa, dilihat, diraba dan didengar dalam kehidupan sehari-hari. Nama marjinal sendiri terinspirasi oleh nama pejuang buruh perempuan asal Surabaya yang memperjuangkan haknya sebagai kaum buruh. Label Marjinal dengan segala perlawanannya terasa sangat sepadan.

  • 1 Seringai

    Artwork sang biduan, Arian13 bersama rilisan-rilisan Seringai menimbulkan suatu karakteristik. Arian seperti punya paket estetik yang melekat padanya –dan Seringai- dengan nuansa tengkorak, tombak, gagak hitam, tengkorak lagi, tengkorak disana, dan tengkorak disini yang setia menghiasi perjalanan karir band ini. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata “Seringai” berarti kernyih atau gerenyot muka atau mulut (untuk mengejek atau menunjukkan rasa tidak suka).
    Band yang dihuni para generasi menolak (citra) tua ini menyuguhkan rock oktan tinggi dengan tema lagu tentang penghakiman prematur sesama manusia, hingga kritik terhadap kalangan tertentu pengatur hak asasi seenaknya. Diimbangi dengan topik seputar nasihat bagaimana menjadi diri sendiri, sampai kecintaan terhadap minuman beralkohol. Seringai mengajarkan alasan-alasan rasional untuk menyukai dan menghargai atau membenci dan melawan sesuatu. Melalui lirik-liriknya, Seringai mewakili banyak individu. 



Related Articles