Outloud / Cool Things

Take Care of Your Pet to Keep Healthy

Posted on July 12, 2017

Hewan yang lucu membuat banyak orang tertarik untuk memeliharanya, sebut saja anjing, kucing, kelinci, hamster, burung dan lain-lain. Hewan-hewan tersebut bisa menjadi teman yang menggemaskan. Nggak cuma itu, sebagian orang juga jatuh cinta kepada hewan jenis reptil, ada yang memelihara kadal, iguana, atau bahkan ular. Dalam memelihara dan merawat hewan, alangkah baiknya jika mengenali terlebih dahulu penyakit-penyakit apa yang bisa menyerang hewan peliharanmu, jangan sampai hewan peliharaanmu terkena penyakit. Karena, penyakit pada hewan juga bisa menular ke manusia, bahkan bisa terkena penyakit yang cukup serius. Apa saja jenis penyakitnya? Dan, bagaimana mencegahnya?

  • 4 Tokso

    Penyakit Tokso (Toxoplasma gondii) adalah sebuah penyakit yang menyerang hewan kucing. Toxoplasma gondii menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Kucing yang terinfeksi biasanya suka makan tikus, dari tikus inilah yang membuat kucing tertular parasit tersebut. Sebenarnya, Macam-macam hewan berdarah panas bisa menjadi induk dari parasit Toxoplasma gondii ini. Jadi, nggak cuma kucing aja, hewan seperti bebek, ayam, anjing, kelinci, dan babi disebut-sebut bisa menularkan virus tersebut. Toxoplasma gondii yang menyerang kucing dapat berkembang biak secara daur seksual atau askesual di usus halus kucing, menghasilkan ookista yang berbentuk seperti telur, kemudian keluar melalui kotoran kucing yang terinfeksi. Jika telur ini menetas, virusnya bisa hidup di dalam otot atau daging manusia dan juga pada hewan lainnya.

    Tapi, nggak masalah kok kalau mau memelihara kucing. Cukup dengan mencegah hewan peliharaan tersebut terkena penyakit, jadi bisa mengurangi resiko terkena Toksoplasma. Bersihkan tempat kotoran 1-2 kali sehari, gunakan pasir khusus, mandikan kucing 2-3 kali sebulan, jangan lupa juga gunakan sampo kucing, hindari memungut dan memelihara kucing liar, gunakan sarung tangan dan masker muka saat membersihkan tempat kotoran, dan jangan lupa juga mencuci tangan setelah bermain dengan kucing.

  • 3 Psittacosis

    Penyakit ini merupakan penyakit langka yang baisanya ditularkan oleh burung, penyebabnya adalah kuman Chlamydia psittaci. Kuman ini bisa menginfeksi semua jenis burung, burung peliharaan juga rentan terkena penyakit ini. Dan, biasanya burung yang dipelihara justru yang paling sering atau paling mudah menularkan penyakit ini. Pada umumnya, infeksi terjadi saat orang menghirup kotoran kering burung yang terkena kumannya. Tapi, selain itu, penyakit pada burung ini juga bisa menular pada manusia yang suka mencium mulut/paruh burung, atau misalkan sedang menangani bulu dan sel badan burung yang terkena kuman. Gejala yang terjadi pada burung juga nggak menentu, ada kemungkinan burung tersebut menjadi lemah, bulu kusut, nggak makan, hidung atau mata berair, dan mencret.

    Menjaga kebersihan itu penting untung mencegah burung terinfeksi Psittacosis. Tempatkan burung di sangkar yang bersih, berukuran luas, dan lapisi dengan kertas Koran yang rutin diganti. Jangan biarkan kotoran burung menumpuk dan mengering sehingga menjadi debu beterbangan. Sebelum dibersihkan, jangan lupa untuk basahi terlebih dahulu kotoran dan sangkarnya. Coba untuk lebih selekstif ketika membeli burung, sebaiknya beli di toko yang sudah terjamin kualitasnya. Hindari kontak langsung seperti mencium mulut dan paruh burung. Terakhir, jangan lupa juga untuk selalu mencuci tangan setelah memegang burung peliharaan.

  • 2 Rabies

    Mungkin nama penyakit ini yang paling sering kalian dengar, ya, Rabies. Rabies merupakan penyakit yang cukup serius yang disebabkan oleh virus rabies. Pada umumnya, penyakit ini juga sering disebut dengan “anjing gila”. Anjing peliharaan kamu bisa saja tertular rabies dari air liur binatang lain yang terinfeksi. Rabies menyerang otak dan sistem saraf yang bersifat zoonotik, dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Nggak hanya melalui gigitan atau liur anjing, manusia juga bisa tertular rabies dari gigitan kuicng, kera, rakun, dan kelelawar.

    Jangan sampai hewan peliharaanmu yang menggemaskan terserang penyakit rabies. Cegah penularannya, jangan biarkan anjing peliharaanm berkeliaran tanpa pengawasanmu, bikin pagar yang lebih tinggi dan tutup rapat-rapat segala akses yang memungkinkan peliharaan mudah kabur, lakukan vaksinisasi diri dan hewan peliharaan, dan juga cuci tangan dengan sabun setelah bermain dengan anjingmu, karena air sabun bisa membuat virus rabies mati.

  • 1 Feline Calicivirus

    Feline Calicivirus adalah penyakit yang biasa menyerang kucing, penyakit ini menyebabkan gangguan pernafasan, luka sekitar bibir dan mulut seperti sariawan. Selain itu, juga bisa menyebabkan flu yang agak berat. Penyakit ini disebabkan oleh virus Feline rhinotracheitis dan bakteri Chlamydophila. Tempat dengan populasi kucing yang padat, kandang kurang bersih, ventilasi yang kurang baik, serta nutrisi dan suhu lingkungan yang terlalu panas atau dingin yang memungkinkan wabah ini bsia terjadi. Penularannya bisa terjadi lewat lendir mata dan hidung, menghirup virus dari penggunanaan tempat makan bersamaan, kadang juga melalui kotoran kucing yang terinfeksi, dan kontaminasi lingkungan. Virus ini bisa menyerang semua ras kucing.

    Kamu bisa mencegah kucing kesayangan kamu dengan memberikan vaksinasi kucing secara teratur setiap tahun, walaupun nggak sepenuhnya melindungi, namun bisa mengurangi resiko terkena penyakitnya. Vaksin untuk virus calici biasanya juga nggak bekerja sendiri, vaksinnya merupakan gabungan dengan virus herpes. Jangan lupa untuk selalu membersihkan kandang kucing dan selalu memerhatikan suhu ruangan tempat kucing bersinggah, cuci tempat makan kucing sampai bersih, jangan biarkan kucing peliharaan berkeliaran tanpa pengawasanmu.


  • Dwi Andini Witamasari

    Text


Related Articles