Outloud / Travel & Life

Back to Nature

Posted on April 18, 2018

Belakangan konsep wisata yang berbau petualangan memang semakin banyak diminati oleh masyarakat di berbagai belahan negara di dunia ini. Tidak sedikit yang mulai meninggalkan wisata belanja di kota besar dan mulai memilih keluar masuk hutan untuk berburu “harta karun” yang tersembunyi, seperti air terjun dan goa-goa yang masih belum menjadi tourist spot. Ada juga yang beralih dari menginap di cottage yang mewah menjadi penikmat menginap di rumah warga asli sebuah daerah tertentu dimana kita dapat belajar langsung adat istiadat warga asli desa tersebut.    

Gaya berlibur yang lebih dikenal dengan ecotourism atau ekowisata ini memang bukanlah hal yang baru sebenarnya, namun dapat dikatakan mulai marak beberapa tahun belakangan berbarengan dengan mulai ramainya traveller yang menggunakan Instagram untuk memamerkan aktivitasnya.
   

Ekowisata sendiri dapat dikatakan adalah sebuah  kegiatan wisata alam yang bertanggung jawab dengan menjaga keaslian dan kelestarian lingkungan dan meningkatkan kesejahteraan penduduk setempat. Dalam kegiatan ekowisata terkandung unsur-unsur kepedulian, tanggung jawab dan komitmen terhadap keaslian dan kelestarian lingkungan serta kesejahteraan masyarakat setempat. Ekowisata merupakan upaya untuk memaksimalkan dan sekaligus melestarikan potensi sumber daya alam dan budaya masyarakat setempat untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan yang berkesinambungan.
   

Konsep ini mengajak wisatawan untuk benar-benar dekat dengan lingkungan, wisatawan diajak melihat alam dari dekat, menikmati keaslian alam dan lingkungannya dengan harapan dapat tergugah dan ikut menjaga kelesetarian alam. Di sini kita akan menikmati kesederhanaan, memelihara alam dan lingkungan, ikut menjaga dan melestarikan keaslian seni dan budaya, adat-istiadat, kebiasaan hidup masyarakat asli, hingga ikut menciptakan ketenangan dan kesunyian. Berwisata dengan konsep ini dapat dikatakan jauh lebih menarik dan tidak membosankan, berbagai macam pengalaman baru akan sangat berarti untuk di bagi di blog atau pun di YouTube.

Taman Nasional Baluran (Situbondo – Jawa Timur)
Photo : Banyuwangi Bagus, Traveliday


Little Africa In Java
merupakan sebutan yang seri kali di sematkan untuk tempat yang satu ini. Baluran adalah sebuah hamparan savana terluas di Pulau Jawa dengan ratusan rusa yang berlarian menuju kubangan yang berisi air, tidak hanya rusa, kita juga akan menemukan merak jantan, kerbau dengan ukuran yang besar, elang hingga lutung yang berkeliaran. Tempat ini adalah kawasan pelestaria alam yang memiliki ekosistem asli dan dikelola untuk kepentingan penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, dan juga menunjang pariwisata dan rekreasi.
Selain hamparan savana, kita juga dapat berkunjung ke beberapa destinasi alam lainnya seperti Evergreen forest, Teluk Air Tawar, Candi Bang, hingga melihat keindahan alam bawah laut di Bama.

Bukit Lawang – Taman Nasional Gunung Leuser (Medan – Sumatra Utara)
Photo : Mokum surf club, discover your Indonesia 

Bukit Lawang adalah sebuah desa kecil di ujung sungai Bohorok yang berjarak kurang lebih 80 kilometer dari Medan Sumatra Utara. Bukit Lawang juga terkenal sebagai tempat penangkaran orangutan Sumatra, sebanyak 5000an orangutan tinggal dan terkadang berinteraksi dengan pengunjung tempat ini.  Taman Nasional Gunung Leuser yang memiliki hutan lebat khas hutan tropis ini merupakan bagian dari pegunungan bukit barusan. Biasanya kita akan berjalan masuk ke dalam hutan untuk dapat bertemu dengan orangutan Sumatra, para warga lokal dengan senang hati akan mengantar kita untuk menelusuri hutan tersebut. Konon sekarang tempat ini sudah tidak mampu lagi menampung orangutan baru, karena populasi nya yang sudah cukup banyak. Setelah treking beberapa lama kita akan bertemu dengan sungai Bohorok yang memiliki arus cukup deras, kita bisa langsung kembali ke titik awal dengan tube rafting, atau jika ingin bermalam di pinggiran sungai hingga menunggu esok hari juga bisa.



  • Anggara Subowo

    Text


Related Articles