Outloud / Movie

Kisah Fiktif Mengerikan di Black Mirror Mendekati Kehidupan Nyata

Posted on November 17, 2017

*Warning: This Article Contains Spoilers for Black Mirror

Ya, sebaiknya jangan baca dulu bila belum menontonnya. Black Mirror adalah serial yang beredar sejak 2011, sudah mempunyai tiga season plus satu episode spesial. Season keempatnya akan kembali hadir dalam waktu dekat.

Serial ini mengangkat sisi gelap dari konsekuensi teknologi dalam kehidupan modern. Dengan Charlie Brooker sebagai penulis utama dan pemilihan pemain yang tepat, Black Mirror berhasil menjelma menjadi salah satu serial terbaik. Cerita Black Mirror enggak berhubungan setiap episodenya –stand-alone shows– namun masing-masing episodenya mempunyai alur dan pesan yang kuat.


Bila kamu juga berpikir sejauh mana teknologi akan berkembang, menonton Black Mirror adalah referensi yang mengerikan. Beberapa ceritanya memang terkesan berlebihan, namun ketika free! renungkan, sisi gelap dari perkembangan teknologi yang ditampilkan sangat dekat dengan kehidupan nyata. Berikut di antaranya:

  • 5 Season 2, Episode 1: ‘Be Right Back’

    Black Mirror:
    Seorang perempuan yang ditinggal mati oleh suaminya, menggunakan jasa yang dapat menghadirkan suaminya kembali. Figur imitasi dari almarhum suami yang mendekati manusia aslinya membuat sang perempuan mempertanyakan realita kehadiran pasangannya.

    Dalam kehidupan nyata:
    Teknologi menggantikan peran manusia bukanlah perbincangan baru. Aplikasi chat dengan bot dan robot untuk seks, kamu pernah dengar, kan?

  • 4 Season 1, Episode 3: ‘The Entire History of You’

    Black Mirror:
    Umat manusia bisa merekam setiap momen di hidupnya dan bisa menonton ulang kapan saja mereka mau melalui alat yang ditanam di bagian kepala. Di episode ini sepasang kekasih retak hubungannya karena momen yang terekam menjadi alat bukti selingkuh salah satu pihak.

    Dalam kehidupan nyata:
    Kacamata yang dilengkapi kamera yang bisa merekam apa yang kita lihat sudah ada, okey, good luck, humans.

  • 3 Season 1, Episode 1: ‘National Anthem’

    Black Mirror:
    Episode paling pertama Black Mirror, penculikan anak dari Perdana Menteri Inggris. Si penculik enggak menuntut uang atau materi lainnya sebagai tebusan, permintaannya hanya satu agar putrinya kembali dengan selamat, yaitu: pak perdana menteri harus menyetubuhi seekor babi.

    Dalam kehidupan nyata:
    Penculikan atau penyanderaan adalah hal terkutuk. Semoga kasus seperti ini enggak akan terjadi lagi di dunia sampai kapanpun.

  • 2 Season 3, Episode 3: ‘Shut Up and Dance’

    Black Mirror:
    Pemeras anonimus memegang alat bukti foto-foto enggak senonoh yang digunakan untuk mengancam beberapa korban. Salah satu korbannya adalah seorang pemuda yang fotonya sedang masturbasi diraih si pemeras melalui kamera laptopnya. Sang pemeras memberikan intruksi yang luar biasa menyulitkan para korbannya.

    Dalam kehidupan nyata:
    Pemerasan sebetulnya bukan kasus baru di dunia ini. Kesengsaraan para korban yang ditampilkan dalam episode ini mungkin bisa membuat kamu lebih berhati-hati dengan keberadaan kamera pada alat elektronikmu.

  • 1 Season 3, Episode 1: ‘Nosedive’

    Black Mirror:
    Episode ini menggambarkan dunia dengan reputasi manusia yang ditentukan dari ranking di dunia maya. Manusia saling nilai seketika mereka berinteraksi, kontan dan konkret angkanya melalui sebuah gawai yang menyerupai ponsel (atau itu memang ponsel). Misalnya, ditampilkan golongan dengan nilai 4.0 sangat alergi berinteraksi dengan orang-orang yang bernilai di bawah 3.0. Dengan patokan itu, Bryce Dallas-Howard sebagai pemain utama di episode ini jatuh-bangun untuk mengangkat kelas sosialnya.

    Dalam kehidupan nyata:
    Sudah cukup relevan dengan keadaan sekarang. Pengaruh sosial media misalnya, bisa mengubah pandangan manusia dengan instan.



Related Articles