Outloud / Art & Design

Bukan hanya gambar pisang dari Andy Warhol. Mari simak karya signifikan lainnya

Posted on March 07, 2018

Barometer karya seni yang “tinggi” pada tahun 1950-an perlahan digoyang oleh kemunculan aliran seni baru yang kontradiktif. Subyek-subyek karya bertema serius yang berkaitan dengan sejarah, mitologi sampai kesusilaan perlahan tertiban oleh seniman-seniman yang menciptakan karya-karya bernuansa lebih santai dan sederhana, yang hingga kini disebut sebagai: pop art. Adapun referensi dari kultur popular dan andil media massa kala itu semakin menunjang perkembangan reputasi pop art sebagai aliran yang signifikan untuk seni kontemporer. Free! memberikan daftar seniman beserta contoh karyanya yang tergores indah dalam sejarah perkembangan pop art:

  • 6 Eduardo Paolozzi (‘I Was a Rich Man’s Plaything’, 1947)

    Lahir pada 7 Maret 1924, seniman asal Skotlandia ini besar di bawah bayang-bayang perang dunia ke-II dengan segala pengaruh positif maupun negatif yang berdampak pada kehidupan dan karyanya. Ia bisa saja membuat karya brutal untuk mewakili sisi gelap keadaan kala itu, namun di sisi lain Ia menciptakan karya menyenangkan seperti kolase “I Was a Rich Man’s Plaything” yang terinspirasi dari periklanan bernuansa kultur Amerika. Kolase ini termasuk dalam rangkaian karya yang diberi judul ‘Bunk!’ yang isinya merepresentasikan kultur popular sekaligus menyentil kesenjangan antara budaya konsumerisme ketika masih banyak yang kesulitan hidup pasca-perang. Karya-karyanya diakui sebagai embrio dari sebuah aliran seni baru bernama pop art.

  • 5 Peter Blake (‘On the Balcony’, 1955)

    Pionir pop art dari Inggris. Peter adalah seniman yang dikenal dengan karyanya yang legendaris, ‘Self-potrait with Badges’ (1961), juga adalah orang dibalik desain cover The Beatles – Sgt. Pepper’s Lonely Hearts Club Band. Karya ‘On The Balcony’ yang mempengaruhi ranah pop art adalah lukisan minyak yang terlihat seperti kolase dengan teknik metapictures, atau lukisan gambar di dalam gambar. Kombinasi kultur populer dengan seni yang tercantum indah dalam lini masa pop art.

  • 4 Richard Hamilton (‘Just What Is It Makes Today’s Home So Different and So Appealing?’, 1956)

    Kolase yang visualnya diambil dari beberapa majalah asal Amerika. Menggambarkan keadaan ideal untuk keluarga Amerika, namun ada maksud lain di balik itu, ada sebuah kejanggalan di sana. Richard memilih gambar-gambar dengan cermat untuk mewakili citra kultur populer sampai akhirnya tercipta menjadi karya yang koheren sebagai kritik terhadap budaya konsumsi yang berlebihan.

  • 3 Roy Lichestein (‘Drowning Girl’, 1963)

    Terjun mendalam ke aliran pop art sejak awal tahun 1960-an, mempunyai ciri khas karya-karyanya yang mengadopsi elemen-elemen dari komik, khususnya DC Comics. ‘Drowning Girl’ adalah salah satu karya signifikan yang mengukuhkan namanya dalam sejarah pop art.  Metodenya dalam menciptakan sebuah karya, yaitu mencampur gambar menggunakan tangan dengan bantuan permesinan juga mendapat perhatian khusus dari para penggiat seni kala itu.

  • 2 David Hockey (‘A Bigger Splash’, 1967)

    Sesuatu yang membedakan David dengan seniman pop art lainnya adalah penggunaan aliran Cubism dalam karyanya. Penggabungan pop art dengan cubism terlihat pada ‘A Bigger Splash’, karya signifikannya yang mempunyai konsep cukup sederhana, gambar percikan dari kolam renang di samping sebuah rumah bergaya modern-minimalis. Melalui karya ini, percikan David berdampak besar untuk kolam pop art.

  • 1 Andy Warhol (Campbell’s Soup Cans’, 1962)

    Sekitar tahun 1960, Andy memutuskan untuk menghiasi dunia aliran pop art, aliran yang sudah timbul sejak sebelum tahun 1950. Keputusannya menciptakan sejarah, andilnya sangat signifikan dengan karya-karyanya yang revolusioner. Subyek karyanya bermacam-macam, dari benda-benda dan merek Amerika ikonis, selebritis, tokoh fiksi hingga hal sederhana seperti pisang dan bunga. Dari subjek karyanya yang bervariasi dan punya keunggulan masing-masing tersebut, salah satu yang paling awal dan mempunyai pengaruh besar untuk ranah pop art adalah ‘Campbell’s Soup Cans’. Sang perusahaan sup kala itu memproduksi 32 jenis rasa, dan Andy membuat lukisan dengan nominal yang sama untuk setiap rasanya. Pada sisi lain, karya ini menunjukkan sebuah kritik. Andy berpendapat bahwa negaranya, Amerika, terlalu mengagung-agungkan suatu merek dan barang.



Related Articles