Outloud / Fashion & Style

Membuat Produk Fashion Dengan Bahan Vegan

Posted on May 21, 2018

Stella Nina McCartney adalah desainer fesyen yang merupakan anak dari personel band legendaris The Beatles, Paul McCartney. Tentu kritik pedas dalam perjalanan karirnya kerap muncul: ketenaran dan kesuksesannya didapat karena didongkrak oleh nama besar ayahnya. Namun Ia perlahan membuktikan bahwa dirinya pantas tercatat dalam salah satu orang yang berpengaruh dalam dunia fesyen dengan kesuksesan karirnya.


Seperti Ibunya, Linda (istri ketiga dan terakhir Paul), Stella adalah seorang vegetarian, dan dengan jelas mempengaruhi karya-karyanya. Stella mendukung kesejahteraan binatang (animal rights), sehingga Ia tidak menggunakan bulu atau kulit dari hewan apapun melainkan dengan menggantinya dengan bulu palsu dan kulit berbahan vegan dalam hasil-hasil produksinya. Kehadiran Stella ke dunia mode membawa sesuatu yang inovatif dan singkat cerita, Ia adalah pionir fesyen desainer yang ramah lingkungan.

Pada tahun 1995, Stella meraih perhatian dunia fesyen melalui peragaan busana dalam peringatan kelulusannya di Central St Martins. Para mahasiswa/i turut mengajak teman-teman modelnya sebagai tim peraga, Stella mencuri atensi dengan mengajak teman super modelnya Naomi Campbell dan Kate Moss. Dua tahun setelah momen vital ini Ia dinobatkan menjadi kepala desainer di rumah fesyen asal Perancis bernama Chloe.

Rumah produksi modenya yang menggunakan label dari namanya, Stella McCartney, pertama kali diluncurkan dari kerjasama bersama Gucci Group –pernah menjadi anak perusahaan yang sekarang dikenal sebagai Kering— pada tahun 2001. Dan pada tahun yang sama, label Stella McCartney melaksanakan peragaan busana debutnya di Paris. Sejak momen ini label ini telah meluncurkan variasi produk, seperti lingerie, eye care, organic skincare dan parfume.

Setelah Gucci, kerjasama dengan perusahaan lain juga dilaksanakan, termasuk Adidas di tahun 2004 dan H&M pada tahun 2005. Dengan Adidas sendiri, kolaborasi berlanjut hingga dirinya ditunjuk menjadi creative director untuk tim Olimpiade Inggris tahun 2012. Tentu dua contoh kerjasama ini menjalankan bisnis fesyen yang ramah lingkungan, sesuai dengan ideologi yang selama ini diterapkan Stella.

23 Maret 2018, menjadi salah satu momen krusial bagi Stella. Labelnya resmi mengakhiri kerjasama bersama Kering yang telah terjalin selama 17 tahun. Meskipun tersedia opsi buy-back kepemilikan saham 50-50 sesuai perjanjian awal yang tersedia dengan tenggat waktu 31 Mei 2018. Keputusan ini bukan merupakan akhir baginya, melainkan awal yang baru untuk kemajuan karirnya.

Label Stella McCartney saat bersama Kering Group menjadi salah satu bisnis paling berkembang, terdapat toko mode label ini dalam 52 lokasi berbeda selama kerjasama terjalin. Saat ini, perjalanan baru telah menanti di depan, dan sejauh ini belum ada sinyal Stella McCartney berhenti mengukuhkan namanya sebagai garda depan dalam fesyen yang ramah-lingkungan. 

Beberapa  Rilisan Terbaik Stella McCartney:

1. Falabella Bag

Mungkin ini adalah tas non-kulit paling populer sampai saat ini. tas vegan ini adalah bagian dari koleksi AW10 yang muncul di tahun 2011. Super model, Kate Moss sampai penyanyi diva, Rihanna secara bangga menunjukan tas ini sebagai favorit mereka.

2. Elyse Platforms
 
Sepatu yang dirangkai di Italia, kombinasi dari Polyurethane, Polyster Viscose, dan Cotton. Muncul pada koleksi AW14 dan menjadi penjual terbaik dari brand hingga saat ini.

3. Jersey Tim  Olympic Great Britain

Stella terpilih menjadi creative director untuk tim Great Britain pada tahun 2012 ini sekaligus tercatat dalam sejarah Olimpic. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Olimpic, seorang desainer fesyen mengambil kendali desain seluruh apparel untuk seluruh atlit tim nasional dari cabang Olimpic dan Paralympic.




Related Articles