Outloud / Cool Things

“Max Yasgur” Tokoh Penting Dibalik Suksesnya Festival Woodstock

Posted on July 26, 2017

Woodstock Art and Music Festival adalah sebuah konser yang diadakan pertama kali 3 hari berturut-turut 15 Agustus hingga 18 Agustus 1969. Festival ini diadakan didaerah Bethel, New York. Bethel (Sullivan County) terletak 69 km barat daya desa Woodstock. Jimi Hendrix, The Who, Joan Baez, dan sederet musisi terkenal lainnya menjadi line-up pada pagelaran yang menarik perhatian sekitar 500.000 orang pecinta musik pada saat itu.  

Dibalik suksesnya Woodstock, sempat terjadi kebingungan oleh pelopor lahirnya festival ini, yang menjadi permasalahan utama adalah tempat. Para penyelenggara sempat sudah mencetak tiket dan juga sudah ada beberapa yang membeli tiket itu. Namun masalah terjadi, para masyarakat Wallkill, daerah yang dipilih untuk menggelarnya festival ini menolak untuk tidak diselenggarakannya Woodstock Festival di daerah mereka.
  Untungnya, pada pertengahan Juli, sebelum terlalu banyak orang mulai menuntut pengembalian dana dari pembelian tiket mereka, Max Yasgur seorang petani mempersembahkan 240 hektar peternakan sapi perah miliknya untuk dijadikan lokasi untuk Festival Woodstock. Pada akhirnya ia menjadi terkenal karena tanah pertaniannya yang luas itu dipakai untuk arena konser.  

Max Yasgur sendiri dikenal sebagai warga yang baik dan terpercaya di daerah Sullivan Country. Ia pernah kuliah di New York University dan belajar hukum real estate. Sekitar tahun ’40-an ia kembali mengurusi tanah warisan keluarganya di daerah Maplewood, yang kemudian ia jual dan memutuskan pindah ke Bethel. Sepanjang tahun ‘50 hingga ’60-an Yasgur telah berhasil membangun industri susu yang terbesar di wilayah Sullivan County.
 

Woodstock Festival sendiri diadakan sebagai sebuah bentuk pelampiasan generasi muda AS yang saat itu membutuhkan begitu banyak kebebasan. Selain itu, festival ini dijadikan sebagai media untuk mengkritik pemerintah AS. Tahun 1959 perang Vietnam begitu sensitif di AS, sama seperti perang Afghanistan sekarang.


  • Akmal Jati Pratomo

    Text


Related Articles